Pengembangan Inkubator Bayi Dan Sistem Pemantauan Remote

Syahrul, (2012) Pengembangan Inkubator Bayi Dan Sistem Pemantauan Remote.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Abstrak - Salah satu hal penting yang harus mendapatkan perhatian pada kasus bayi yang lahir prematur adalah kondisi lingkungan yang selain bersih, suplai oksigen yang cukup dan bersih, serta temperatur ruang yang kondusif agar tetap nyaman dan aman. Untuk mengkodisikan temperatur lingkungan bayi prematur agar berada pada rentang temperatur yang dipersyaratkan maka umumnya digunakan Inkubator Bayi. Untuk membuat lingkungan yang nyaman bagi bayi prematur, maka temperatur di dalam inkubator disesuaikan secara perlahan, misalnya temperatur awal di lingkungan sekitar adalah 30-310C, maka inkubator tersebut diatur temperaturnya menjadi 33-340C. Panas pada inkubator ini berasal dari heater yang diletakkan di bawah inkubator, yang kemudian dialirkan ke atas menggunakan fan. Temperatur di dalam inkubator tersebut akan tetap bertahan sesuai dengan setting awal karena proses pengaturannya bekerja secara otomatis. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan desain berupa penambahan pemantauan kelembaban ruang inkubator bayi, juga dilengkapi dengan pengindraan saat bayi kencing. Selain itu yang lebih penting dalam pengembangan ini adalah adanya penambahan pemantauan inkubator bayi menggunakan media transmisi nirkabel untuk dapat secara kontinyu dipantau oleh perawat/petugas kesehatan yang berada pada ruang yang berbeda dengan ruang penempatan inkubator. Metode yang digunakan adalah metode perancangan dan implementasi. Perancangan dan pembuatan alat dapat direalisasikan yang dibuktikan dari hasil pengujian alat, di mana temperatur dan kelembaban udara pada inkubator tersebut dapat dipantau secara remote menggunakan modern radio frekuensi YS-1020UB melalui media transmisi nirkabel, dan ditampilkan pada LCD karakter 16x2 dan sebuah buzzer sebagai indikator suara yang memberi tahu perawat/petugas kesehatan jika bayi tersebut kencing. Pengujian jarak jangkau pemancar bisa mencapai sekitar 400 m, yang berarti dapat disimpulkan bahwa alat ini dengan jarak jangkau sinyal radio 400 m sudah jauh dari cukup, karena jarak antara ruang perawat dengan ruang inkubator bayi yang lazim diterapkan pada rumah sakit/puskesmas kurang dari 100 m.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: inkubator bayi; temperatur; pemantauan remote
Subjects: Member > Syahrul Syl@yahoo.com
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:07
Last Modified: 16 Nov 2016 08:07
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/26680

Actions (login required)

View Item View Item