TINJAUAN ATAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBAYARAN GAJI DAN UPAH KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH KEBERSIHAN KOTA BANDUNG

Hartini, Siti (2007) TINJAUAN ATAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBAYARAN GAJI DAN UPAH KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH KEBERSIHAN KOTA BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perkembangan perekonomian serta ilmu pengetahuan dan teknologi akan menyebabkan semakin kompleknya permasalahan dan aktivitas yang dihadapi perusahaan. Perusahaan merupakan tulang punggung bagi perekonomian dunia usaha, dengan semakin pesatnya dunia industri, maka semakin meningkatnya aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Selain mempertahankan keberadaannya juga agar mampu bersaing dengan perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa sejenis. Perusahaan juga harus dapat menentukan strategi yang tepat agar dapat meningkatkan penghasilnya. Untuk itu perusahaan harus mampu membuat rencana yang dituangkan dalam Anggaran. Setiap perusahaan dapat berkembang dikarenakan tingkat kerja para karyawan yang bekerja dengan tekun dan giatnya. Oleh karena itu perusahaan harus lebih mengutamakan para buruh dan pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut. Masalah pengupahan dan penggajian adalah masalah yang tidak pernah selesai oleh pihak manajemen, apapun bentuk organisasinya. Upah seolah-olah kata yang selalu membuat pihak manajemen perusahaan berfikir ulang dari waktu ke waktu untuk menetapkan kebijakan tentang upah. Upah juga selalu memicu konflik antara pihak manajemen dengan karyawan seperti yang banyak terjadi akhir-akhir ini. Hal yang juga tidak kalah pentingnya dari manajemen pengupahan adalah perbedaan tingkat besar upah yang diterima. Banyak terjadi kasus dimana seorang karyawan yang protes kepada pihak manajemen akibat gajinya lebih kecil daripada pegawai baru, padahal pekerjaannya sama. Dengan demikian pekerja dan pengusaha mempunyai kepentingan langsung mengenai sistem dan kondisi pengupahan di setiap perusahaan. Pekerja dan keluarganya sangat tergantung pada upah yang mereka terima untuk dapat memenuhi kebutuhan sandang, pangan, perumahan dan kebutuhan lain. Sebab itu, para pekerja dan serikat pekerja selalu mengharapkan upah yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidupnya. Di lain pihak, para pengusaha sering melihat upah sebagai bagian dari biaya saja, sehingga pengusaha biasanya sangat hati-hati untuk meningkatkan upah. Pemerintah berkepentingan juga untuk menerapkan kebijakan pengupahan, disuatu pihak untuk tetap dapat menjamin standar kehidupan yang layak bagi pekerja dan keluarganya. Pekerja berpenghasilan sangat rendah tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatannya dengan memadai. Pekerja yang kurang protein akan menderita lesu darah dan tidak mampu berkerja secara produktif. Demikian juga kekurangan gizi dan kesehatan menyebabkan pekerja yang bersangkutan cepat lelah, lesu dan kurang bersemangat melaksanakan pekerjaannya. Oleh sebab itu, upah pekerja perlu cukup layak dan terus meningkat supaya dapat meningkatkan kualitas hidup pekerja dan keluarganya. Peningkatan upah dan penghasilan pekerja akan meningkatkan daya beli masyarakat pada umumnya, yang kemudian akan menggairahkan dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Di lain pihak, kenaikan upah yang tidak diikuti oleh kenaikan produktivitas para pekerja akan menimbulkan kesulitan bagi pengusaha. Peningkatan produktivitas bukan saja harus cukup mengimbangi kenaikan upah akan tetapi harus juga mampu membuka peluang yang lebih besar bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang. Upah merupakan jumlah uang yang diterima buruh sesuai dengan prestasi kerjanya yang telah diberikannya kepada perusahaan. Upah buruh sering dimanipulasi baik mengenai absent kehadirannya juga mengenai jumlah uangnya antara lain berupa upah fiktif yang berakibat akan merugikan perusahaan dan mungkin juga buruh itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut perlu disusun sistem akuntansi upah dan gaji yang akan menghasilkan informasi upah dan gaji serta sistem pengendalian upah dan gaji yang baik. Dengan demikian sistem pengupahan dan penggajian di satu pihak harus mencerminkan keadilan dengan memberikan imbalan yang sesuai dengan kontribusi jasa kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Sistem merupakan kumpulan atau gabungan dari bagian-bagian atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain, dan bekerja sama secara harmonis, untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Sistem akuntansi upah dan gaji diperlukan terutama apabila buruh dan pegawai telah cukup banyak dan juga apabila sistem pengupahan didalam perusahaan ada beberapa macam. Sistem akuntansi upah dan gaji pada setiap perusahaan harus dapat menetapkan dengan cepat dan tepat berapa pendapatan kotor setiap karyawan, yang terdiri dari buruh atau pegawai, berapa jumlah yang harus dikurangi untuk pajak dan potongan lainnya, dan berapa jumlah bersih yang harus dibayarkan pada karyawan. Perusahaan Daerah Kebersihan Kotamadya Daerah Tk II Bandung disingkat menjadi PD. Kebersihan Kota Bandung yang saat ini sudah menerapkan metode Sistem Informasi Akuntansi Pembayaran Gaji dan Upah karyawan. Berdasarkan uraian diatas, maka penyusun tertarik untuk melakukan penelitian di perusahaan dan mencoba mengadakan pembahasan dengan judul “Tinjauan Atas Sistem Informasi Akuntansi Pembayaran Gaji Dan Upah Karyawan Pada PD Kebersihan kota Bandung”.

Item Type: Article
Subjects: Laporan Kerja Praktek > Fakultas Ekonomi > Akuntansi > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Akuntansi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:45
Last Modified: 16 Nov 2016 07:45
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/9005

Actions (login required)

View Item View Item