PENGARUH DISPLAY TERHADAP PROSES KEPUTUSAN KONSUMEN PADA BARBEL CLOTHING BANDUNG

Fitrah Hanafi Yusuf, Agus (2007) PENGARUH DISPLAY TERHADAP PROSES KEPUTUSAN KONSUMEN PADA BARBEL CLOTHING BANDUNG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Situasi perekonomian dewasa berkembang sangat cepat mendorong timbulnya laju persaingan dalam dunia usaha. Hal ini dapat kita lihat dengan semakin banyaknya perusahaan, baik yang menghasilkan barang atau jasa, sehingga menyebabkan persaingan dalam dunia usaha semakin ketat. Oleh karena itu perusahaan harus dapat menganalisis peluang dan tantangan pada masa yang akan datang, dimana produsen berlomba memperebutkan pangsa pasar barang atau jasa yang dihasilkan, sehingga perusahaan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan konsumen. Usaha konfeksi merupakan salah satu usaha yang tidak pernah mengalami kelesuan. Kebutuhan konsumen akan pakaian membuat usaha ini terus meningkat, seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi. Sekarang ini banyak sekali bermunculan Distro dan Clothing di kota Bandung. Distro atau Distribution Store adalah toko yang menjual berbagai produk clothing company, dan merupakan perluasan jaringan pemasaran clothing company, dimana menjual lebih dari 2 (dua) merek yang berbeda dengan sistem penjualan bagi hasil. Sedangkan Clothing merupakan toko yang menjual 1 (satu) merek dengan berbagai jenis produk. Lebih dari 300 distro dan clothing yang tersebar di kota Bandung. Yang menyebabkan persaingan yang terjadi semakin tinggi, sehingga akan berdampak pada suatu peningkatan pelayanan terhadap konsumen, dimana setiap toko akan berusaha memberikan yang terbaik kepada konsumen selaku pengunjung dan pembeli di toko tersebut. Mereka berkeinginan agar konsumen akan melakukan kunjungan kembali dan akan melakukan pembelian berulang-ulang. Barbel clothing merupakan salah satu clothing yang ikut berpartisipasi dalam industri ini. Dimana, produk pakaian yang seluruh prosesnya, mulai dari desain, produksi, marketing sampai dengan distribusi dilakukan sendiri. Pasar sasaran Barbel clothing adalah kalangan menengah keatas yang berorientasi pada fashion. Dengan usia antara 15 sampai dengan 30 tahun, serta diperuntukan pria dan wanita. Hal ini dapat dilihat dari harga barang-barang dari berbagai variasi produk yang ditawarkan, dimana setiap produk selalu berbeda dengan produk yang pernah dibuatnya. Mengingat kemampuan produksi yang disertai dengan bermacam-macam perusahaan industri menyebabkan melimpahnya produk. Sehingga timbul masalah baru, yaitu bagaimana cara pemasarannya. Banyak produsen yang mengalami kesulitan dalam hal pemasaran produk tersebut. Bagi seorang produsen produk sangat berarti sekali, tetapi berhasil tidaknya suatu perusahaan tergantung pada kemampuan pemasaran produknya. Sebagaimana dikemukakan oleh William J. Stanton (1993:91) :”As bussines of people have come to recognize that market is vitally important to yhe succes of firm”(bahwa para pengusaha sekarang telah menyadari betapa pentingnya sebuah pemasaran untuk kesuksesan sebuah perusahaan). Untuk mempengaruhi keputusan calon konsumen melakukan pembelian atas produk yang dihasilkan, toko–toko yang berhubungan dengan fashion berusaha menarik minat pembelian dengan menekankan pada promosi penjualannya. Salah satu promosi yang digunakan Barbel clothing untuk menarik perhatian konsumen adalah dengan menggunakan display. Seperti yang diungkapkan oleh Terence A.Shimp (1993:481) :”In astore, you often encounter a sales promotion called a point of purchases display” (Di dalam sebuah toko kita sering menemukan sebuah bentuk promosi penjualan yang disebut display) yang dapat menarik perhatian, memberikan, informasi dan kemudahan kepada konsumen. Serta penataan produk yang baik yang dapat menunjang pelaksanaan display tersebut. Bagi suatu toko, khususnya di bidang konveksi yang pertama kali dilihat oleh konsumen sebelum melakukan pembelian di Barbel clothing adalah bentuk penataan dari toko tersebut antara lain window display (bagian muka), interior display (bagian dalam), maupun exterior display (bagian luar), untuk hal itulah yang membuat toko tersebut melakukan penataan untuk meningkatkan minat beli konsumen. Dengan pajangan yang menarik perhatian diharapkan dapat menstimulir pengunjung untuk melakukan pembelian.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Manajemen > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Manajemen (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:46
Last Modified: 16 Nov 2016 07:46
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/10053

Actions (login required)

View Item View Item