PEMANIS BUATAN PADA MAKANAN DAN MINUMAN SERTA BAHAYANYA TERHADAP KESEHATAN

Hikmawati, Rima (2007) PEMANIS BUATAN PADA MAKANAN DAN MINUMAN SERTA BAHAYANYA TERHADAP KESEHATAN.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pemanis buatan sepintas memang membuat enak makanan ataupun minuman, namun bila terlalu banyak digunakan pemanis buatan bisa menjadi penyebab penyakit. Pemanis buatan adalah senyawa kimia yang dapat menyebabkan rasa manis. Senyawa ini termasuk bahan tambahan pangan yang dapat ditambahkan kedalam produk pangan dalam jumlah yang sesuai dengan ketentuan. Terus melonjaknya harga gula putih di pasar dunia dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan peningkatan penggunaan pemanis buatan di dalam negeri. Perkembangan teknologi penyediaan bahan pemanis alternatif terus mengalami kemajuan, terutama di negara-negara industri dunia. Meskipun sukrosa (gula) paling banyak digunakan dan secara komersial pengusahaannya paling ekonomis, akan tetapi bukanlah satu-satunya pemanis yang mempunyai prospek perdagangan. Makanan manis yang di kombinasikan dengan warna-warna menarik sungguh membuat anak kecil tertarik. Apalagi kalau makanan itu empuk sehingga mudah di kunyah. Belum lagi kalau di bentuk sebagai minuman dingin yang di bekukan, seperti es krim atau serbuk es yang di tuangi sirup. Anak adalah pembeli yang potensial, poster powernya bisa memaksa orang tua untuk membelikan sesuatu yang diinginkan meski kadang tak sesuai yang dikehendaki orang tua, termasuk juga dalam soal jajanan (snack). Para produsen makanan ringan turut menjadikan anak sebagai sasaran produk yang dihasilkan. Karena anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang besar terhadap sesuatu, maka jajan buat anak kadang dijajakan dengan aneka cara. Baik melalui iming-iming hadiah, kemasan menarik, rasa yang menggoda selera, termasuk pula lewat gempuran iklan dahsyat ditelevisi yang menggoda. Namun, tidak semua jajanan anak aman untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dibubuhkan. Ambil contoh misalnya penambahan zat aspartam yang dalam riset medis telah terbukti menimbulkan kanker bila dikonsumsi dalam jangka panjang. Meski banyak di gemari anak-anak, makanan manis yang banyak dijual di pasaran ini perlu di waspadai. Karena, banyak produk makanan, terutama produk industri rumah tangga, yang menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti gula.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:47
Last Modified: 16 Nov 2016 07:47
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/10842

Actions (login required)

View Item View Item