HUBUNGAN TRANSAKSI GIRO VALUTA ASING DENGAN PEROLEHAN LABA PADA PT. BANK JABAR UTAMA BANDUNG

Dianti, Ratna (2007) HUBUNGAN TRANSAKSI GIRO VALUTA ASING DENGAN PEROLEHAN LABA PADA PT. BANK JABAR UTAMA BANDUNG. Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Sejarah pertumbuhan ekonomi suatu bangsa memerlukan pola pengaturan pengolahan sumber-sumber ekonomi yang tersedia dan dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lembaga-lembaga perekonomian bahu-membahu mengelola dan menggerakan semua potensi ekonomi agar berdaya guna secara optimal. Lembaga keuangan, khususnya lembaga perbankan telah memegang peranan yang amat penting dalam membantu dan mendorong kemajuan ekonomi suatu negara. Untuk melakukan kegiatan operasionalnya bank menggunakan sumber dana, baik dalam mata uang rupiah maupun dalam valuta asing. Salah satu sumber dana bank adalah giro. Giro valuta asing merupakan simpanan pihak ketiga dalam bentuk valuta asing, yang penarikannya dilakukan dengan menyerahkan amanat tertulis atau pun berbentuk formulir dan hanya dapat dilaksanakan oleh Bank Devisa saja. Sedangkan laba adalah selisih lebih antara pendapatan dengan biaya. Oleh karena itu, salah satu cara efektif untuk meningkatkan perolehan laba pada PT Bank Jabar Cabang Utama Bandung sebagai Bank Devisa, adalah dengan meningkatkan transaksi giro valuta asing. Tujuan dilakukan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui hubungan transaksi giro valuta asing dengan perolehan laba pada PT Bank Jabar Cabang Utama Bandung. Metode yang dilakukan adalah metode statistik, dengan menggunakan analisis koefisien korelasi dan analisis uji menggunakan analisis regresi linear. Hasil analisis pada uji korelasi menunjukkan adanya hubungan rendah antara transaksi giro valuta asing dengan perolehan laba, dengan nilai koefisien korelasi (r) yang diperoleh 0,39. Dan dari hasil perhitungan regresi linear diperoleh persamaan Y = 174462,37 + 9,34 X, artinya jika tidak ada perolehan laba maka transaksi giro valuta asing akan sebesar 174462,37 sedangkan koefisien regresi sebesar +9,34 mempunyai arti bahwa setiap penambahan untuk transaksi giro valuta asing, maka perolehan laba akan meningkat sebesar 9,34. Sedangkan pada uji hipotesis (uji t) diperoleh t hitung < t tabel, maka Ho berada pada daerah penerimaan, berarti H1 tidak diterima atau transaksi giro valuta asing tidak ada hubungan signifikan dengan perolehan laba, hal ini disebabkan karena korelasi yang antara kedua variabel tersebut rendah.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: D3 Tugas Akhir > Keuangan Perbankan > 2007
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:47
Last Modified: 16 Nov 2016 07:47
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/11130

Actions (login required)

View Item View Item