ISOLASI DAN INOKULASI RHIZOBAKTERI TAHAN KEKERINGAN DAN KEMASAMAN PADA TANAMAN KEDELAI DI TANAH PODZOLIK MERAH KUINING

Ikhwan, Ali and Ir, (2000) ISOLASI DAN INOKULASI RHIZOBAKTERI TAHAN KEKERINGAN DAN KEMASAMAN PADA TANAMAN KEDELAI DI TANAH PODZOLIK MERAH KUINING.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Rhizobakteri adalah bakteri yang hidup di daerah perkaran (rhizospher) dan berperan penting dalam pertumbuhan tanaman. Pada dasarnya rhizobakteri dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu : rhizobakteri yang memacu pertumbuhan tanaman atau PGPR (plant growth-promotting rhizobacteria) dan rhizobakteri yang merugikan tanaman atau DRB (deleterius rhiozbacteria). PGPR dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman melalui mekanisme : produksi hormon pertumbuhan, kemampuan fiksasi nitrogen dari udara untuk meningkatkan ketersedian nitrogen tanah, penghasil osmoprotektan pada kondisi cekaman kekeringan dan pengahsil osmolit tertentu yang dapat membunuh patogen tanaman di tanah (Kloepper, 1993). Menurut Lalande et al. (1989) , Pseudomonas sp., Salmonella liquefaciens, dan Bacillus sp. mampu menghasilkan hormon pertumbuhan tanaman dan dapat meningkatkan berat kering tanaman jagung masing-amsing mencapai 9%, 10% dan 7% lebih tinggi dibanding kontrol (tanpa diinokulasi). Sedangkan fiksasi N2 udara secara biologis mampu menyumbangkan kurang lebih 70% dari seluruh fikasasi N yang dapat diserab di muka bumi. Kurang lebih 50% dari hasil fiksasi biologis tersebut merupakan hasil asosiasi rhizobia-legum (Arshad, 1993). Hasil percobaan di lapangan menunjukkan bahwa , Azotobacter sp. tanpa pemberian pupuk N dapat meningkatkan hasil tanaman padi mencapai 16,69%. Azospirillum sp. dengan pemberian pupuk N 120 kg/ha dapat meningkatkan hasil tanaman padi mencapai 43,49%. Di sisi lain , pada percobaan di rumah kaca dengan pupuk N takaran tertentu Azozspirillum sp. dapat meningkatkan hasil padi mencapai 115,91% dan Pseudomonas sp. mencapai 112,88% (Rao et al. 1987). Kemampuan lain dari rhizobakteri adalah mampu memproduksi osmoprotektan dalam kondisi cekaman osmotik maupun cekaman kekeringan. Hartman et al. (1991) menyatakan bahwa Azospirillum halopreferens pengahsil osmoprotektan glisin betain mampu mempertahankan aktivitas nitrogenase (enzim yang berperan dalam fiksasi N) kurang lebih 100% pada cekaman osmotik mencapai 27 bar. Strom et al. (1989) melaporkan bahwa penambahan glisin betain mampu memacu fiksasi N secara nyata pada Klebsiella pneumoniae yang ditumbuhkan pada cekaman osmotik 0,65 M NaCl. Dengan demikian pada kondisi tersebut sumbangan hasil fikasasi N pada ketersediaan N tanah relatif dapat dipertahankan.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Biotechnology
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/1115

Actions (login required)

View Item View Item