Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengemudi Angkutan Kota Di Kodya Malang (Studi pada angkutan kota jalur AL).

Hadi, Syamsul (2000) Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengemudi Angkutan Kota Di Kodya Malang (Studi pada angkutan kota jalur AL).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Menurut REINHARDT, kendaraan seseorang yang masuk ke jalan biasa atau ke jalan raya akan selalu menambah kepadatan lalu lintas dan kemungkinan menambah kemacetan lalu lintas. Hal ini menimbulkan (menaikkan) kerugian waktu bagi semua orang yang berarti bahwa biaya sosial batas (marginal social cost) lebih besar daripada biaya batas perseorangan (marginal private cost). Dengan kata lain bahwa kerugian atas waktu tersebut merupakan sebab dan akibat dari eksternalitas (externality).Banyaknya orang mengadakan perjalanan itu merupakan / membentuk kurva permintaan perjalanan (melalui jalan dari X ke Y, misalnya), yaitu kurva DD1. Dengan demikian keseimbangan (equilibrium) perjalanan melalui jalan X ke Y adalah T1 kendaraan per jam, menunjukkan juga banyaknya orang yang bepergiaan yang bersedia menbayar biaya perjalanan termaksud. Biaya keseimbangan tiap kendaraan adalah C (T1), sedangakan C (T0) adalah biaya bila tidak ada kemacetan lalu lintas. To merupakan banyaknya kendaraan bila tidak ada kemacetan. C (T1) – C (To) merupakan biaya karena adanya kemacetan, untuk setiap kendaraa.Masuknya kendaraan adalah konstan di jalan X. Semua berjalan dengan kecepatan yang sama dan mengeluarkan biaya sama, yaitu sebesar C(T1). Jadi C(T1) merupakan biaya total perjalanan bagi mereka yang melakukan perjalanan, atau biaya rata-rata dari mereka yang bepergian. Biaya sosial batas di atas nilai waktu perjalanan kendaraan, dan merupakan tambahan biaya perjalanan bagi semua yang pergi karena kenaikan dalam jumlah kendaraan yang memanfaatkan jalan XY. Hal ini disebabkan karena bila T > To, kecepatan berkurang dengan tambahan T dan C(T) > C(T-1). Tetapi karena orang mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang sama maka setiap orang menjadi lebih lamban bila kendaraan T masuk per jamnya dibandingkan bila hanya T – 1 yang masuk. Dengan tambahan pemakai jalan yang menuju Y biaya pada semua pemakai bertambah karena kecepatan berkurang M(T) lebih besar dari C (T), yaitu dengan jumlah tambahan biaya yang perlu ditanggung oleh orang lain yang masuk menuju ke Y. Selisih M(T) di atas C(T) merupakan apa yang dikenal dengan ekonomi negatif eksternal (external diseconomies).

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Economy > Economic And Development Studies
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:36
Last Modified: 19 Nov 2016 02:09
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/1246

Actions (login required)

View Item View Item