PERANCANGAN KAMPANYE MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DARI PENYAKIT CHIKUNGUNYA

Fatriana Abdurohim, Pendi (2009) PERANCANGAN KAMPANYE MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DARI PENYAKIT CHIKUNGUNYA.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh virus dengan vektor nyamuk menjadi perhatian dari berbagai pihak dewasa ini. Salah satu contohnya yaitu penyakit Chikungunya. Penyakit Chikungunya ini telah memakan banyak korban diberbagai kota di Indonesia. Diantaranya: di kota Bogor, Jakarta, Bandung, dan di kota-kota lainnya. Berdasarkan keterangan Arda Dinata, AMKL. Staf Loka Litbang Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang, Balitbang Kesehatan Depkes RI, menuturkan bahwa: �¢����Wabah penyakit cikungunya yang melanda Desa Bojong Renged, Kec Teluknaga, Tangerang, makin meluas. Jika semula hanya warga di RT 20/09 yang terjangkit virus tersebut, kini meluas menjangkiti penduduk di lingkungan yang berdekatan. Kepala Bidang Pemberantasan Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P-PL) Dinas Kesehatan Pemkab Tangerang dr Yuliah Iskandar ketika dikonfirmasi pers, Kamis, membenarkan semakin banyaknya penderita penyakit cikungunya di kawasan pantai utara (pantura) itu. Pihaknya menemukan adanya korban baru sebanyak 21 penderita setelah mendapatkan laporan dari paramedis yang memantau di dua lokasi baru itu. Semula jumlah korban yang terjangkit penyakit akibat gigitan nyamuk tersebut sebanyak 75 penderita, kemudian menjadi 96 orang dengan usia bervariasi. Dokter di sana mengakui saat ini jumlah penderita cikungunya masih simpang siur disebabkan adanya warga yang terserang penyakit itu tidak memberitahukan kepada bidan atau mantri kesehatan terdekat. Data ini berdasarkan catatan yang peroleh dari para petugas medis, bidan desa serta mantri yang melakukan pemantauan keliling desa. Belum ditemukan adanya warga yang meninggal dunia akibat penyakit yang semula berasal dari Afrika yang menyerang warga Desa Bojong Renged tersebut.�¢���� Dengan kondisi manusia yang secara tidak langsung berasosiasi dengan nyamuk maka kehidupan nyamuk menjadi terganggu. Hal ini berdampak pada frekuensi gigitan nyamuk yang mengisap darah manusia baik malam maupun siang hari sejalan dengan peningkatan populasi nyamuk itu sendiri.

Item Type: Article
Subjects: D3 Tugas Akhir > Desain Komunikasi Visual > Desain Grafish > 2008
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:49
Last Modified: 16 Nov 2016 07:49
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/12486

Actions (login required)

View Item View Item