IMPLIKASI PERKEMBANGAN DAN MODEL PEMBINAAN SEKTOR INFORMAL( KASUS PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA MADIA MALANG

Hr, Wahyu and Drs, and Mm, (2001) IMPLIKASI PERKEMBANGAN DAN MODEL PEMBINAAN SEKTOR INFORMAL( KASUS PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA MADIA MALANG.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam bidang perencanaan tata kota, salah satu masalah yang harus dihadapi oleh hampir setiap kota, termasuk Kota Madia Malang adalah bertambah suburnya jumlah pekerja di sektor informal. Sebagian besar penduduk yang hidup dari sektor informal ini melakukan kegiatan perdagangan. Salah satu kegiatan sektor informal yang sering menimbulkan permasalahan ketertiban dan keamanan di Kotamadia Malang, adalah pedagang kaki lima. Sebagai salah satu jenis usaha di sektor informal, pedagang kaki lima berfungsi sebagai katup pengaman masalah ketenaga kerjaan yang dapat meredam ledakan sosial akibat meningkatnya angka pencari kerja, baik dari kota maupun pendatang dari desa. Alasannya, usaha ini tidak memerlukan tingkat pendidikan formal yang terlalu tinggi dan modal yang diperlukan untuk membuka usaha relatif kecil Oleh sebagian pihak, kehadiran pedagang kaki lima di tengah-tengah kota dianggap sebagai pengganggu ketertiban, keamanan dan keindahan kota. Tidak jarang yang memberi predikat kepada mereka sebagai salah satu penyebab munculnya berbagai permasalahan kota seperti kemacetan lalu-lintas, merusak keindahan kota dan kerawanan sosial.Dari hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa masalah penting dalam penataan pedagang kaki lima adalah menyangkut masalah penentuan lokasi dan tata ruang perkotaan, masalah kelembagaan, masalah strategi kebijakan pembangunan pemerintah daerah dalam mendukung potensi usaha para para pedagang. Permasalahan inilah yang sering melatar belakangi adanya berbagai keluhan terhadap keberadaan para pedagang. Salah satu permasalahan penting yang harus diselesaikan adalaha masalah penataan lokasi para pedagang kaki lima. Kebutuhan akan lokasi bagi aktifitas sektor ini merupakan hal yang logis. Permasalahan yang muncul sebenarnya terletak pada kondisi bagaimana pengalokasian lokasi yang diperuntukkan bagi mereka, dan ini bukan hanya berarti menggiringnya pada suatu tempat tertentu, namun harus pula memperhatikan masalah kelancaran usaha yang dilakukan. Alternatif yang bisa diajukan sebagai pemecahan penataan lokasi di Kodia Malang adalah : 1). Pendaerahan khusus, 2). Pengaturan kembali lokasi PKL dan 3). Penzoningan PKL.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Economy > Economic And Development Studies
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:36
Last Modified: 16 Nov 2016 07:36
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/1259

Actions (login required)

View Item View Item