PENGARUH GIRO PADA BANK INDONESIA TERHADAP CASH RATIO PT. BANK NEGARA TBK

Mutiara Sabrang, Dian (2009) PENGARUH GIRO PADA BANK INDONESIA TERHADAP CASH RATIO PT. BANK NEGARA TBK.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pengalokasian dana bank dalam bentuk alat likuid seperti giro pada Bank Indonesia berfungsi sebagai cadangan utama (Primary Reserve) yang digunakan untuk membayar kembali simpanan nasabah yang ditarik sewaktu-waktu ataupun kewajiban bank lainnya. Kemampuan bank dalam membayar kewajibannya kepada nasabah/deposan dengan menggunakan alat likuid disebut dengan cash ratio. Jika persentase cash ratio tinggi maka kepercayaan masyarakat akan meningkat dan akan menyimpan dananya pada bank yang bersangkutan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh giro pada Bank Indonesia terhadap cash ratio PT. Bank Negara Indonesia, Tbk periode 2003-2007 yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan yang sudah go public. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif yakni pendekatan ilmiah terhadap pengambilan keputusan manajerial dan ekonomi, dimana pendekatan ini terdiri atas perumusan masalah, menyusul model, mendapatkan data, mencari solusi, menguji solusi, menganalisa hasil dan mengimplementasikan hasil. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa giro pada Bank Indonesia memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan cash ratio PT. Bank Negara Indonesia Tbk dengan persamaan regresi Y = 0,069 + 0,00000000421 X yang memiliki arti bahwa setiap penambahan Rp 1.00 untuk giro pada Bank Indonesia maka cash ratio akan meningkat sebesar 0,00000000421. Nilai korelasinya (r) adalah sebesar 0,917 artinya telah terjadi hubungan yang sangat kuat dan searah antara giro pada Bank Indonesia terhadap cash ratio. Sedangkan pengaruh giro pada Bank Indonesia terhadap cash ratio sebesar 84,03% dan sisanya sebesar 15,97% dipengaruhi faktor lain seperti beban PKAP (Pengapusan Kredit Aktiva Produktif), jumlah perolehan laba, Non Performing Loan (NPL), perkembangan bisnis anak perusahaan dan kondisi perekonomian. Semakin tinggi giro pada Bank Indonesia maka semakin tinggi pula likuiditas, termasuk pula cash ratio.

Item Type: Article
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Manajemen > 2008
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Manajemen (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:49
Last Modified: 16 Nov 2016 07:49
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/12897

Actions (login required)

View Item View Item