Perkembangan Latisifer Pada Kultur KalusCatharanthus roseus (L.) G. Don.

Nyoman Darsini, Ni (2001) Perkembangan Latisifer Pada Kultur KalusCatharanthus roseus (L.) G. Don.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perkembangan latisifer dalam kultur kalus Catharanthus roseus (L.) G. Don pada medium Zenk yang diinduksi dengan berbagai kombinasi zat pengatur tumbuh (BAP NAA ; kinetin NAA ; BAP 2,4-D ; kinetin 2,4-D). Perkembangan latisifer diteliti dengan menggunakan metode deskriptif anatomi kalus dan perhitungan persentase latisifer kalus C. roseus umur 4 –14 minggu. Persentase jumlah latisifer ditentukan dengan menghitung rata-rata jumlah latisifer dan rata-rata jumlah sel selain latisifer per lapang pandang di bawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan latisifer dapat diamati paling baik pada kalus C. roseus yang diinduksi denga BAP NAA bila dibandingkan perkembangan latisifer pada kultur kalus yang diinduksi kinetin NAA ; BAP 2,4-D ; kinetin 2,4-D. Pada kalus yang diinduksi BAP NAA latisifer dalam tahap pertumbuhan awal dijumpai saat kalus berumur 6 minggu, dengan ciri-ciri dinding sel lebih tebal dan ukuran sel lebih panjang bila dibandingkan sel sekitarnya. Latisifer mulai memanjang saat kalus berumur 7 minggu, kemudian latisifer yang ukurannya sangat panjang dijumpai saat kalus berumur 12 minggu. Pada kalus yang diinduksi kinetin NAA, latisifer dalam tahap pertumbuhan awal dijumpai saat kalus berumur 9 minggu dan latisifer mulai memanjang dijumpai saat kalus berumur 12 minggu, sedangkan latisifer yang sudah sangat panjang belum dapat dijumpai sampai umur kalus 14 minggu. Pada kalus yang diinduksi BAP 2,4-D ; kinetin 2,4-D latisifer dalam tahap pertumbuhan awal dijumpai saat kalus berumur 10 minggu namun pada kalus ini belum dapat dijumapia adanya latisifer dalam tahap pertumbuhan lebih lanjut sampai umur kalus 14 minggu. Persentase jumlah latisifer paling tinggi dijumpai pada kalus yang diinduksi BAP NAA (0,74%). Persentase jumlah latisifer maksimum pada kalus yang diinduksi kinetin NAA ; BAP 2,4-D dan kinetin 2,4-D berturut-turut : 0,12%, 0,07% ; 0,07%.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Natural Sciences > Biology > 1998
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:36
Last Modified: 16 Nov 2016 07:36
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/1317

Actions (login required)

View Item View Item