ASAL USUL, PERKEMBANGAN DAN PENYEBARAN LATISIFER PADA TUMBUHAN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.)G.Don)

D, Heroike and Rompas, (2001) ASAL USUL, PERKEMBANGAN DAN PENYEBARAN LATISIFER PADA TUMBUHAN TAPAK DARA (Catharanthus roseus (L.)G.Don).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Latisifer merupakan struktur sekresi dalam. Pada Catharanthus roseus (L)G.Don, latisifer berperan sebagai penghasil dan penyimpan alkaloid. Berdasarkan struktur, latisifer Catharanthus roseus termasuk tak beruas dan tak bercabang. Informasi tentang aspek asal usul dan jumlah pemula, perkembangan maupun penyebaran latisifer pada tumbuhan tersebut, belum diteliti. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan penelitian asal usul, perkembangan serta penyebaran latisifer pada Catharanthus roseus, dengan tujuan untuk mengetahui kapan, di mana, berapa jumlah latisifer saat mulai dibentuk, di mana dan bagaimana cara penyebaran latisifer dalam jaringan dan dalam organ. Pengamatan pemula serta penyebaran latisifer dibuat preparat dengan metoda parafin dan untuk pengamatan struktur ultra perkembangan latisifer dibuat preparat dengan metoda resin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemula latisifer, pertama kali dibentuk di daerah prokambium dan tepi luar prokambium hipokotil dengan jumlah 7 – 10 sel setelah kecambah berumur 120 jam. Pembentukan pemula latisifer terjadi bersamaan dengan pembentukan lateks yang mengandung alkaloid dan pembentukan sel pengangkut. Pemula latisifer dibentuk beberapa kali di daerah apeks pucuk setelah kecambah berkembang menjadi tumbuhan dewasa. Pada pertumbuhannya, pemula latisifer mengalami kariokinesis tanpa diikuti sitokinesis, sehingga terbentuk sel berinti banyak. Pembelahan inti latisifer Catharanthus roseus terjadi secara amitosis. Setelah terjadi pertumbuhan simplastis, kemudian kedua ujung latisifer tumbuh intrusif, memanjang dan membentuk saluran. Oleh karena itu struktur latisifer Catharanthus roseus adalah tak beruas tak bercabang, tetapi tidak beranastomosis dengan latisifer yang letaknya berdampingan. Pemula latisifer yang masih sangat muda mempunyai banyak vesikula dengan sitoplasma yang pekat. Partikel lateks tampaknya dibentuk di dalam sitoplasma untuk kemudian disimpan di dalam vakuola. Terdapatnya latisifer pada Catharanthus roseus terbatas hanya dalam jaringan korteks dan floem pada organ akar dan batang. Dalam daun, bunga dan buah latisifer berada di antara sel-sel parenkim. Latisifer tidak menyebar sampai ke daerah meristem apeks akar, meristem apeks pucuk, kepala putik, stamen dan bakal biji. Penyebaran latisifer tak beruas tak bercabang pada Catharanthus roseus dewasa selain berasal dari pemula latisifer yang dibentuk waktu kecambah, juga berasal dari pemula latisifer yang dibentuk beberapa kali di daerah apeks pucuk.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Natural Sciences > Biology > 1998
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:36
Last Modified: 16 Nov 2016 07:36
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/1325

Actions (login required)

View Item View Item