Sistem ekonomi dan pembangunan

Natajaya, Darmazakti (2010) Sistem ekonomi dan pembangunan.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Teori pasar murni dikemukanan pertama kali oleh Adam Smith (1723-1790) dan kemudian sering disebut sebagai sistem kapitalisme yang terdesentralisasi. Dimana pemerintah sama sekali tidak boleh mengatur perekonomian. Teori ini mempercayai adanya invisible hand, yang dapat mengatur sendiri keadaan ekonomi suatu negara. Dimana semua orang dianggap akan terpuaskan dengan sendirinya apabila setiap orang diberi kebebasan untuk mengejar kepentingan masing-masing sehingga akhirnya tercapai kesejahteraan umum (general welfare) Dalam kenyataannya konsep ideal dari teori Adam Smith sering tidak tercapai seperti yang direncanakan, tetapi sering terjadi kesenjangan antara teori dan keadaan sebenarnya. Cukup banyak kendala-kendala yang sering terjadi untuk pencapaian kesejahteraan umum seperti yang dicita-citakan dari teori Adam Smith ini. Seringkalai muncul dampak-dampak negatif dari teori ini, misalnya munculnya Monopoli, pengejaran kepentingan perorangan yang terlalu berlibihan, kecenderungan produksi barang yang tidak berkualitas yang hanya mengutamakan kepentingan perusahaan tanpa melihat dampak terhadap konsumen, dampak lingkungan seperti polusi, pencemaran, exploitasi alam membabi buta. Mengacu pada kelemahan-kelemahan ini, maka ada beberapa teori yang menjadi tandingan dari teori Adam Smith ini, misalnya Sistem Capitalism (State Capitalsim, atau economic Nationalism), yaitu suatu sistem kapitalisme yang diatur dan dipimpin oleh negara, yang diusulkan oleh Friedrich List (teori ini sering kali dianggap sebagai teori capitalis semu oleh Ersatz Capitalism). Model capitalsm ini selanjutnya disempurnakan dalam bentuk model kapitalism welfare state atau sistem kapitalism dengan pengaturan alokasi dana-dana pemerintahan untuk mendistribusikan kekayaan nasional. Ini merupakan model kapitalisme yang telah disempurnakan (J.M. Keynes (1936)) dan kemudian disebut sebagai sistem ekonomi campuran (mixed economy). Dari uraian tersebut kita telah mengetahui ada 3 sistem ekonomi yang mendasar yaitu state capitalism, welfare state dan mixed economy). Ke tiga sistem ini berseberangan dengan sistem ekonomi sosialisme (baik itu sistem sosialisme murni, maupun sistem sosial yang bercampur dengan sistem pasar (mixed socialism). Dalam kenyataanya sistem sosial murni diterapkan secarara penuh di Uni Soviet dan sejumlah negara Eropa Timur mulai dari tahun 1922 (Lenin), sedangan sosialisme campuran diterapkan di RRC, Yugoslavia, serta sejumlah negara Afrika. Kemudian ada satu lagi sistem ekonomi kelima yang sering disebut sistem pasar sosialis (social market economy).

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Sejarah pertumbuhan ekonomi
Subjects: Materi Kuliah > PROGRAM STUDY > Manajemen > Ganjil 2009-2010
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:52
Last Modified: 16 Nov 2016 07:52
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/15029

Actions (login required)

View Item View Item