Tinjauan Atas Penerapan Metode Penyusutan Aktiva Tetap Pada PT. PLN (Persero) Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali Regional Jawa Barat

Ferawati, Ira (2010) Tinjauan Atas Penerapan Metode Penyusutan Aktiva Tetap Pada PT. PLN (Persero) Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali Regional Jawa Barat.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam era globalisasi sekarang ini pemerintah sangat memperhatikan aspek ekonomi, karena aspek ekonomi dapat menunjukan tingkat kemakmuran suatu negara, pertumbuhan ekonomi menuntut setiap perusahaan untuk melakukan efisiensi, efektifitas, dan ekonomisasi dalam setiap aspek kegiatan yang dilakukan. Persaingan yang ketat merupakan salah satu ciri dari pertumbuhan ekonomi, untuk itu perusahaan harus bisa menjaga eksistensinya dan mengelola dengan baik, sehingga sesuai dengan harapan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. PT.PLN (Persero) merupakan salah satu perusahaan milik pemerintah, yang bertanggung jawab atas pengelolaan serta pemeliharaan sarana sistem pengaturan pengendaliaan tenaga listrik dan juga merupakan suatu asset penting yang harus dijaga dengan baik. Dimana perusahaan ini bergerak dibidang penyedia listrik Negara, maka dituntut harus memberikan sarana dan prasarana yang baik seperti penjualan tenaga listrik. Sehingga harta lancar (penerimaan kas) dari pelanggan bertambah, karena adanya kepercayaan dari masyarakat atas fasilitas yang diberikan oleh perusahaan dalam penyediaan jasa listrik. Dari segi harta tetap (mesin-mesin, peralatan dan trafo) perusahaan harus menjaga agar peralatan itu tetap dalam keadaan yang baik selama proses operasi perusahaan. BAB I PENDAHULUAN 2 Perusahaan PT.PLN (Persero) Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali Region Jawa Barat merupakan perusahaan pelayanan jasa yang bergerak di bidang pelayanan seperti penjualan listrik. Tujuan dari PT.PLN (Persero) Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali Region Jawa Barat untuk menyediakan serta melayani kebutuhan dan kepentingan pelanggan akan tenaga listrik. Dalam memberikan manfaat listrik untuk kepentingan pelanggan, maka perusahaan harus dapat melayani setiap kepentingan tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan PT.PLN (Persero) Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali Region Jawa Barat adalah untuk meningkatkan pelayanan pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat dalam rangka mendorong kegiatan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Di PT.PLN (Persero) asset yang bernilai paling besar dan paling penting adalah aktiva tetap berwujud karena termasuk material cadang dan hak atas tanah yang dimiliki dan atau dikuasai oleh perusahaan, untuk digunakan dalam fungsi pembangkitan, transmisi dan distribusi tenaga listrik, untuk digunakan menunjang kegiatan proses produksi atau penyediaan barang dan jasa, untuk disewakan kepada pihak lain, dan dapat diharapkan akan dapat digunakan selama lebih dari satu tahun. Aktiva atau harta adalah benda baik yang memiliki wujud maupun yang semu yang dimiliki oleh perusahaan. Klaim atas harta yang tidak berwujud disebut ekuitas yang dapat mendatangkan manfaat di masa depan. Aktiva yang digunakan dalam operasi perusahaan digolongkan kedalam dua kategori yaitu aktiva berwujud dan aktiva tidak bewujud. Penggolongan semacam ini dikemukakan oleh Smith & Skousen (1997 : 387), adalah aktiva tetap yang berwujud (tangible BAB I PENDAHULUAN 3 fixed assets) merupakan harta berwujud yang bersifat jangka panjang dalam aktivitas operasi perusahaan, didalamnya meliputi; tanah, bangunan, perabot, mesin-mesin, dan peralatan lain yang digunakan untuk menghasilkan atau memudahkan penjualan barang dan jasa, Aktiva tetap tidak berwujud (intangible fixed assets) tidak dapat diobservasi atau dilihat secara langsung, didalamnya berbentuk persetujuan, kontrak, atau paten, tetapi harta itu sendiri tidak memiliki eksistensi fisik. Harta tak berwujud termasuk pos-pos seperti hak cipta, paten, dan goodwill. Manfaat aktiva itu sendiri untuk dipakai dalam kegiatan-kegiatan usaha selama masa manfaatnya, namun tidak selamanya aktiva tetap memberikan manfaat secara utuh seperti halnya pada saat aktiva tersebut diperoleh, hal ini dapat disebabkan aktiva tetap mempunyai batas manfaat atau masa guna selama operasi perusahaan. Aktiva tetap bisa saja tidak bermanfaat lagi bagi perusahaan karena beberapa sebab, adanya kerusakan, usang, dan lain-lain. Sejalan dengan itu, prestasi dari aktiva tetap tersebut tentu akan berkurang. Karena prestasinya semakin berkurang dan suatu saat tidak dapat digunakan lagi maka akan dialami kerugian atas harga perolehannya (penyusutan). Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu asset selama umur manfaatnya, bersama dengan berlalunya waktu semua aktiva tetap kecuali tanah akan kehilangan kemampuannya menghasilkan jasa, sehingga harga perolehan aktiva ini harus dipindahkan keperkiraan beban secara teratur selama umur manfaatnya yang diharapkan. Penurunan manfaat secara periodik ini disebut penyusutan. BAB I PENDAHULUAN 4 Dalam menentukan metode penyusutan aktiva ada beberapa jenis metode penyusutan diantaranya Metode Garis Lurus (Straight Line Method) dalam metode ini penentuan besar penyusutan setiap tahun selama umur ekonomis sama besar, sehingga jika dibuatkan grafiknya terhadap waktu, dan akumulasi biaya akan berupa garis lurus. Metode Jam Jasa (Service Hours Method) metode ini didasarkan pada beban depresiasi dihitung dengan dasar satuan jam jasa. Metode Hasil Produksi (Productive output method), pada metode ini penyusutan dihitung atas satuan unit produktif selama masa umur ekonomisnya, dapat berupa jumlah barang yang diproduksi, jam pemakaian, kilometer pemakaian dan sebagainya. Metode Beban Berkurang (Reducing Charge Method) metode ini maka diharapkan jumlah beban depresiasi dan biaya reparasi dan pemeliharaan dari tahun ke tahun akan relatif stabil. Dalam metode beban berkurang terdiri atas, Metode Jumlah Angka Tahun (Sum Of The Years Digits Method), Penggunaan metode ini menetapkan nilai penyusutan semakin lama semakin kecil berdasarkan pada perhitungan bahwa aktiva yang digunakan pada proses produksi semakin lama semakin berkurang dalam menghasilkan produksi. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method) metode ini dihitung dengan cara mengalikan tarif yang tetap dengan nilai buku aktiva. (Double Declining Balance Method) dalam metode ini, beban depresiasi tiap tahunnya menurun, untuk dapat menghitung beban depresiasi yang selalu menurun, dasar yang digunakan adalah persentase depresiasi dengan cara garis lurus. Metode Tarif Menurun (Declining Rate On Cost Method) disamping metode-metode yang telah diuraikan, kadang-kadang dijumpai cara menghitung defresiasi dengan menggunakan tarif % yang selalu BAB I PENDAHULUAN 5 menurun, karena tarif %-nya setiap periode selalu menurun maka beban depresiasinya juga selalu menurun. PT.PLN (Persero) Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali Region Jawa Barat menggunakan metode penyusutan garis lurus yang dalam hal ini dapat mempercepat serta mempermudah untuk memperoleh jumlah beban penyusutan. Besarnya beban penyusutan aktiva tetap mempengaruhi besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan. Oleh karena itu perlu diadakan tinjauan terhadap metode penyusutan yang diterapkan perusahaan dalam aktiva tetapnya. Pada umumnya nilai ekonomis suatu aktiva tetap akan mengalami penurunan yang disebabkan pemakaian dan kerusakan, keusangan karena faktor ekonomis dan teknis. Fenomena yang timbul dalam tinjauan atas penerapan metode penyusutan aktiva tetap pada PT.PLN (Persero) Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali Region Jawa Barat yaitu menyangkut masalah dalam penerapan metode penyusutannya yaitu apabila salah memasukan atau menginput data aktiva tetap dalam metode penyusutan, dan adanya sistem yang digunakan tidak bisa dipakai secara bersamaan, sehingga akan menghambat dalam penyelesaian laporan. Berdasarkan dengan hal tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih jauh mengenai : �¢����Tinjauan Atas Penerapan Metode Penyusutan Aktiva Tetap Pada PT.PLN (Persero) Penyaluran Dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa Bali Region Jawa Barat �¢����

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Aktive tetap, penyalur pusat pengatur beban, metode penyusutan
Subjects: D3 Tugas Akhir > Akuntansi > 2010
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:52
Last Modified: 16 Nov 2016 07:52
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/15396

Actions (login required)

View Item View Item