Tinjauan atas Perputaran Aktiva Tetap Pada PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung

Kaerudin, (2010) Tinjauan atas Perputaran Aktiva Tetap Pada PT. Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Di era globalisasi saat ini ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin efektif dan berkembang, terutama pada bidang transportasi. Keberadaan Indonesia sebagai suatu negara yang besar, menyebabkan diperlukannya pengembangan sarana transportasi untuk mendukung aktivitas perekonomian. Secara umum alat transportasi mempunyai fungsi distribusi atas barang dan layanan angkutan orang, dari satu tempat ke tempat yang lain untuk tujuan tertentu. Menanggapi kebutuhan akan sarana transportasi, maka banyak bermunculan penyedia layanan jasa transportasi, baik itu transportasi darat, laut maupun udara. Semuanya berusaha menempatkan diri menjadi yang terbaik untuk mencapai tujuannya, yaitu untuk memperoleh laba dan memberikan layanan yang optimal. Oleh karena itu persaingan tidak dapat dihindarkan demi mempertahankan dan meningkatkan kelangsungan hidup perusahaan. PT. Kereta Api (Persero) Daop 2 Bandung adalah salah satu badan usaha milik negara yang berada di bawah naungan Departemen Perhubungan PT. Kereta Api (Persero) daop 2 Bandung ditunjuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan layanan jasa transportasi darat, dituntut untuk bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sejenis. Apalagi kereta api merupakan alat transportasi yang merakyat, artinya dari mulai kalangan bawah, kalangan menengah, sampai kalangan atas bisa menggunakan jasa transportasi ini. Keberadaan kereta api diharapkan bukan sekedar memenuhi 2 kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi sebagai alat angkut dan distribusi saja, tetapi lebih untuk memberikan kepuasan pelayanan kepada masyarakat sebagai pemakai jasa kereta api, dengan memberikan kenyamanan, keamanan dan ketepatan waktu. Salah satu kegiatan PT. Kereta Api (persero) daop 2 Bandung adalah menjual tiket kereta, dimana dalam kegiatannya itu PT. Kereta Api (persero) daop 2 Bandung mengangkut penumpang, mengangkut barang berupa pengangkutan bahan bakar, mesin, pupuk, dll. Serta membantu kegiatan perdagangan ekspor, impor, pengangkutan kepariwisataan dan lain-lain. Untuk melaksanakan kegiatannya PT. Kereta Api (persero) daop 2 Bandung mempunyai sumber daya yang bisa mendukung kegiatan tersebut, diantara sumber daya yang dimiliki oleh PT. Kereta Api (persero) daop 2 Bandung terdapat sumber daya yang memegang peranan penting yaitu aktiva. Aktiva merupakan bentuk dari penanaman modal perusahaan, yang berupa harta kekayaan atau hak atas kekayaan atau jasa yang dimiliki perusahaan yang bersangkutan. Salah satu aktiva yang memegang peranan penting adalah aktiva tetap, yang merupakan salah satu bagian terpenting dalam pelaksanaan operasional perusahaan. Dari kegiatan menjual tiket kereta akan menimbulkan perputaran aktiva tetap, dimana untuk mengukur perputaran aktiva tetap harus menggunakan rasio perputaran aktiva tetap yaitu membagi penjualan dengan aktiva tetap. Semakin tinggi penjualan tiket kereta maka semakin tinggi pula tingkat perputaran aktiva tetap dan sebaliknya jika penjualan tiket kereta menurun maka tingkat perputaran aktiva tetap akan menurun. Semakin tinggi tingkat perputaran aktiva tetap, maka semakin efektif aktiva tetap yang 3 digunakan, sebaliknya jika tingkat perputaran aktiva tetap menurun, maka aktiva tetap yang digunakan kurang efektif, karena banyak aktiva tetap yang tidak digunakan atau menganggur. Tetapi seiring berjalannya waktu, terdapat masalah-masalah yang muncul diantaranya yaitu: Banyak terjadinya kecelakaan kereta, �¢����Pada semester pertama tahun 2007 terjadi 75 kecelakaan kereta api, naik 70 persen dibandingkan dengan semester satu tahun 2006 yang "hanya" 44 kali�¢����. (Kompas,2007:36). Hal ini mengakibatkan penurunan pada perputaran aktiva tetap, karena banyak kereta yang rusak sehingga kegiatan operasi perusahan terganggu dan akibatnya penjualan tiket kereta menurun. Ditambah lagi dengan masalah yaitu sejak dibukanya tol purbaleunyi, menurut Vice President Pemasaran PT KA, Hussein Nurroni, operasional kereta api (KA) parahyangan yang melayani rute Bandung-Jakarta PP akan dihentikan per 27 April 2010. Penyebabnya, PT KA terus mengalami deficit rata-rata Rp 36 miliar per tahun sejak dibukanya ruas tol purbaleunyi. Okupansi kereta itu menyusut,tinggal 50-60 persen. Padahal idealnya, okupansi Parahyangan sebesar 70-80 persen. Agar lebih efektif, mulai 30 April kami hanya mengoperasikan KA Argogede. Sementara KA Parahyangan kami tutup pada 27 April.(Tribun Jabar,2010:1). Hal ini juga berpengaruh pada perputaran aktiva tetap, karena transportasi kereta kalah bersaing dengan jasa travel akibatnya penjualan tiket menurun dan banyak kereta yang menganggur, sehingga perputaran aktiva tetap pun mengalami penurunan. 4 Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat membuktikan dan menjelaskan bagaimana perkembangan atas perputaran aktiva tetap PT kereta api (persero) untuk mengatasi kendala-kendala yang mungkin terjadi dalam perputaran aktiva tetap. Berdasarkan uraian diatas maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dan hasilnya dituangkan dalam Laporan tugas akhir ini dengan judul: �¢����Tinjauan atas perputaran aktiva tetap pada PT. kereta api (persero) daop 2 Bandung�¢����.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: tinjauan, perputaran aktiva tetap, daerah operasi 2 bandung
Subjects: D3 Tugas Akhir > Akuntansi > 2010
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:53
Last Modified: 16 Nov 2016 07:53
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/15404

Actions (login required)

View Item View Item