Analisis Perkembangan Laba Bersih Pada Perum Bulog Sub Divre VI Pekalongan

Ibrahim, Maulana (2010) Analisis Perkembangan Laba Bersih Pada Perum Bulog Sub Divre VI Pekalongan.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perkembangan dunia ekonomi sangat pesat dan kompleks. Maka setiap perusahaan swasta maupun BUMN dituntut menghadapi persaingan usaha dalam dunia bisnis, untuk menghadapi persaingan tersebut perusahaan mensiasatinya dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dibuat dalam mengambil keputusan untuk mencapai tujuannya. Dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan tersebut perusahaan harus memperhatikan faktor internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, salah satu faktor internal tersebut adalah rencana manajemen dalam merancang strategi perusahaan. Dalam menyiapkan rencana tersebut manajemen harus benar-benar memahami kondisi perusahaan, apa saja tujuan perusahaan yang ingin dicapai dalam suatu masa periode tertentu. Penilaian sukses suatu perusahaan secara kuantitatif dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai keadaan keuangan perusahaan kepada pemilik perusahaan, manajer, kreditur, dan pihak-pihak lain yang memerlukan untuk pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang utama bagi perusahaan terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Dalam laporan laba rugi yang disusun dapat menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode akuntansi tertentu. Dengan kata lain, laporan laba rugi menggambarkan keberhasilan atau kegagalan operasi suatu perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya. Dengan latar belakang persaingan yang begitu ketat ditambah lagi dengan iklim perekonomian yang tidak pasti, menaikan harga jual bukanlah solusi yang bisa diharapkan hasilnya karena dengan menaikan harga jual suatu produksi bisa dipastikan konsumen akan lebih memilih pada produk lain atau perusahaan lain yang harganya lebih rendah dan terjangkau. Oleh karena itu perusahaan harus mempunyai suatu perencanaan yang baik, sehingga dapat memungkinkan manajemen untuk bekerja lebih efektif dan efesien. Efisiensi dan efektivitas dalam berbagai aktivitas operasi merupakan salah satu kunci peninkatan daya saing. Untuk melakukan tindakan tersebut, diperlukan suatu sarana pengendalian dari berbagai aktivitas yang dilakukan untuk diketahui sejauh mana pembenahan perlu dilakukan atau sejauh mana suatu aktivitas perlu di intensifkan. Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, perhatian pada perhitungan laba rugi semakin dirasakan manfaatnya. Dengan adanya informasi mengenai pendapatan, maka dapat membandingkan antara modal yang tertanam dengan penghasilan sebagai alat untuk mengukur kinerja efisiensi perusahaan dan dapat memprediksi distribusi dividen di neraca yang akan datang. Pendapatan sebagai salah satu elemen penentuan laba rugi suatu perusahaan belum mempunyai pengertian yang seragam. Hal ini disebabkan pendapatan biasanya dibahas dalam hubungannya dengan pengukuran dan waktu pengakuan pendapatan itu sendiri. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (1999:233) menyebutkan bahwa pendapatan adalah: �¢����Arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal�¢����. Biaya dalam suatu perusahaan merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam menunjang pelaksanaan kegiatan dalam usaha mencapai tujuan. Tujuan itu dapat tercapai apabila biaya yang dikeluarkan sebagai bentuk suatu pengorbanan oleh perusahaan yang bersangkutan telah diperhitungkan secara tepat. Menurut Supriyono (1999 : 16) biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau yang digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan (revenue) dan akan di pakai sebagai pengurang penghasilan. Dalam hal ini laba merupakan hal paling penting dalam suatu perusahaan karena tingkat laba dalam perusahaan merupakan tolak ukur dalam keberhasilan suatu perusahaan. Namun beda halnya dengan Perum BULOG, dalam hal ini suatu tingkat laba bukan merupakan prioritas utama dalam menilai keberhasilan. ( Sumber : wawancara dengan bagian keuangan Perum BULOG Sub Divre VI Pekalongan ) Dari uraian diatas, dapat diketahui perbandingan Laba Bersih Peride 2008 Bulan Januari - Desember pada perusaahan tersebut. Oleh karena itu penulis tertarik untuk menyusun tugas akhir ini dengan mengambil judul �¢���� Analisis Perkembangan Laba Bersih Pada Perum BULOG Sub Divre VI Pekalongan �¢����

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Laba Bersih
Subjects: D3 Tugas Akhir > Keuangan Perbankan > 2009
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:53
Last Modified: 16 Nov 2016 07:53
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/15601

Actions (login required)

View Item View Item