Analisis Penyelesaian Kredit Bermasalah Pada PT. BPR Emas Nusantara Sentosa Bandung

Kusumawati, Anggi (2010) Analisis Penyelesaian Kredit Bermasalah Pada PT. BPR Emas Nusantara Sentosa Bandung.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Angka kredit bermasalah yang terjadi pada PT.BPR Emasnusantara Sentosa dilihat dari perkembangan NPL nya, penulis mendapatkan perkembangan kredit bermasalah pada PT.BPR Emasnusantara Sentosa mengalami penurunan dan kenaikan pada bulan juni tahun 2007 kenaikan kredit bermasalah sangat tinggi mencapai 8,65 % tetapi pada tahun 2008 kredit mengalami penurunan sebesar 2,06% pada bulan juni dan sebesar 2,73 pada bulan desember kemudian mengalami kenaikan kembali pada bulan juni tahun 2009 sebesar 1,95% dan pada bulan maret tahun 2010 sebesar 1,05%, hal ini menyebabkan keuntungan yang didapat PT.BPR Emasnusantara Sentosa tidak maksimal. Populasi dalam penelitian ini adalah kegiatan penyelesaian kredit bermasalah sedangkan sampelnya adalah cara data kredit bermasalah. Penelitian ini dilakukan dengan memakai metode deskriftif, sumber datanya memakai data primer dan sekunder serta pengolahan datanya memakai data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kredit dapat disebut sebagai kredit bermasalah karena terdapat keadaan dimana debitur lalai untuk melakukan kewajibannya (wanprestasi). Akibat kredit bermasalah ini berdampak negatif terhadap bank dan pihak debitur itu sendiri. Upaya penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan oleh PT.BPR Emasnusantara Sentosa Bandung terdiri dari lima upaya penyelesaian yang meliputi penggolongan kredit, identifikasi debitur bermasalah, proses penyelesaian kredit, prosedur penyelesaian kredit dan administrasi kredit. Kemudian dilanjutkan dengan langkah �¢���� langkah penanganannya. Hambatan yang dihadapi dalam upaya penyelesaian meliputi Terbatasnya tenaga kerja atau SDM, Kurangnya pembinaan atau pengetahuan tenaga kerja terhadap usaha debitur, Analisa data kadang tidak konsekuen, Kurangnya jadwal pertemuan dengan debitur, kesulitan dalam proses pencairan jaminan debitur, Adanya itikad kurang baik dari debitur. Saran yang diberikan penulis yaitu Jadwal pertemuan dengan debitur lebih ditingkatkan agar kegiatan usaha debitur bisa terpantau. Petugas bank dibagian kredit harus betul �¢���� betul diberi pembinaan dan pengetahuan agar lebih berhati �¢���� hati atas pencairan kredit nasabah, selain itu pengawasan kredit harus lebih ketat, kemudian Analisa data harus dilakukan secara cermat dan tepat agar data yang dihasilkan konsisten.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Analisis,Penyelesaian Kredit Bermasalah
Subjects: D3 Tugas Akhir > Keuangan Perbankan > 2010
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:53
Last Modified: 16 Nov 2016 07:53
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/15822

Actions (login required)

View Item View Item