Perancangan Identitas Keaslian Produk Diery

Asri Kamila, Ditha (2010) Perancangan Identitas Keaslian Produk Diery. Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Fashion merupakan gaya hidup yang diaplikasikan dalam cara seseorang mengenakan accesories, pakaian, atau bahkan dalam bentuk tatanan rambut, dan make up. Perkembangan fashion dipengaruhi oleh gaya hidup di beberapa negara di Eropa, terutama kota Paris, yang merupakan pusat perkembangan fashion dunia. Di dalam perkembangannya, fashion biasanya dipopulerkan oleh selebriris baik domestik maupun lokal, hingga pada akhirnya menjadi trend dalam ruang lingkup masyarakat. Kehadiran fashion dalam kehidupan manusia biasanya dapat mencerminkan jati diri tiap-tiap penggunanya. Besarnya dampak kehadiran fashion tersebut juga terjadi di tanah air Indonesia. Kehadiran mereka adakalanya mengusung gaya tersendiri dan dapat menjadi ciri khas seseorang. Contohnya gaya berpakaian anak muda saat ini yang condong mengikuti gaya hidup berpakaian orang luar mencerminkan seseorang yang gaya, gaul, trendy, menonjol, dan masa kini. Bandung sebagai salah satu kota penting di Indonesia, tercatat memiliki sejarah perkembangan arsitektur bangunan yang sangat pesat pada masa Hindia-Belanda. Berbagai jenis arsitektur bangunan terdapat di kota ini, yang menjadikan Bandung pantas disebut sebagai Laboratorium Arsitektur Bangunan Indonesia. Para arsitek terkenal tempo dulu banyak melakukan eksperimen bentuk arsitektur bangunan di kota ini. Kawasan Braga sudah dikenal para wisatawan asing masa Hindia-Belanda dan merupakan salah satu unsur yang menjadikan Kota Bandung mendapat julukan Parijs Van Java. Kawasan Braga sempat dijuluki De meest Eropeesche Winkelstraat Van Indie (Komplek Pertokoan Eropa Paling Terkemuka di Hindia-Belanda). Bandung sejak dahulu terkenal sebagai kota belanja dan jajan. Kota ini sekarang terkenal sebagai Kota Outlet dan Kota Supermall, karena begitu banyak outlet pakaian dan mall-mall yang didirikan terutama di kawasan Bandung Tua. Antara lain Factory Outlet, Distribution Store, Butik, Mall, dan toko-toko kecil. Pada Factory Outlet, biasanya menyediakan pakaian jadi yang merupakan sisa pakaian untuk dieksport ke mancanegara. Tak hanya kalangan atas yang dapat menikmati fasilitas ini. Kalangan bawah pun berkesempatan menikmatinya. Untuk butik, biasanya ditujukan pada kalangan menengah ke atas, karena butik biasanya menjual pakaian dan accesories branded dan terbatas. Beda halnya dengan kebutuhan fashion anak muda. Mereka disuguhi fasilitas Distribution Store, distro merupakan istilah umum yang dikenal masyarakat, memang dikhususkan untuk anak muda yang berjiwa dinamis dan masa kini. Sebenarnya terdapat dua macam usaha macam itu, yaitu Distro dan Clothing. Distro merupakan toko yang menjual produk mode bermerek independent. Adapun clothing adalah usaha yang hanya mengeluarkan produk-produk bermerek tersebut. Perkembangan distro di kota Bandung dirasakan mulai pesat sejak tahun 1990. Dadan Ketu, sebutlah demikian. Terlahir di Kota Bandung pada tahun 1973. Pemilik nama ini bukanlah figur yang asing lagi bagi mereka yang akrab dengan komunitas underground Kota Bandung di era pertengahan �¢����90-an. Distro Diery, adalah salah satu dari sekian banyak distro yang mulai diperhitungkan keberadaannya. Berdiri sekitar awal tahun 2007. Untuk mengenalkan brand Diery, sepertinya tidak terlalu sulit. Karena sosok Diery ini hampir dikenal di usianya yang masih belia. Dengan identitasnya yang berbentuk jamur berwarma hijau, perusahaan ini ingin memiliki filosofi yang sama seperti bentuknya. Pada intinya, Diery ingin memberi identitas yang memiliki ciri khas, serta mudah tertanam dalam benak masyarakat. Untuk memanjakan konsumennya Diery selalu mempertahankan kualitas baik dari segi bahan, maupun keorisinilan desain. Terbukti, Diery pun sanggup disetarakan dengan merk dagang sebelumnya seperti Ouval Research, Blank Wear dan EAT/347 Mengingat dengan semakin ketatnya kompetisi di bisnis retail ini, maka semakin banyak pula pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mungkin menghalalkan segala cara dalam upaya pemenuhan kebutuhan. Hal ini ditunjukkan dengan makin maraknya fenomena pembajakan hak cipta dalam penduplkasian produk non original . Apalagi dengan tidak adanya ketegasan pemerintah dalam upaya pemberantasan pembajakan karya yang tentunya sangat merugikan pihak Distro Diery. Untuk itu mencegah hal itu terjadi, diery perlu membuat suatu identitas yang menunjukan keaslian produknya. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga keeksistensiannya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Perancangan Identitas
Subjects: D3 Tugas Akhir > Desain Komunikasi Visual > Desain Grafish > 2010
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: Admin Repository
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:54
Last Modified: 16 Nov 2016 07:54
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/16143

Actions (login required)

View Item View Item