Perancangan Kampanye Sosial Penyakit Schizophrenia

Ramadhan Wintiarisy, Fitra (2010) Perancangan Kampanye Sosial Penyakit Schizophrenia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Semakin berkembangnya zaman membuat kehidupan sosial menjadi lebih meningkat dan persaingan pun semakin ketat sehingga kebutuhan hidup menjadi lebih sulit diperoleh yang mengakibatkan orang akan lebih bekerja keras untuk memperolehnya. Namun hal itu dapat menyebabkan interaksi sosial menjadi berkurang dan beresiko mendapatkan tekanan mental secara berkepanjangan. Adapun salah satu munculnya tekanan mental tersebut akibat ketidakmampuan seseorang untuk menerima kenyataan dan tidak sanggup untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi. Di saat itu kesehatan mental menjadi tidak sempurna meskipun belum menderita penyakit mental serius. Salah satu kemungkinan yang terjadi ketika seseorang mengalami kemunduran mental adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakstabilan emosi. Bila manusia normal mampu mengatasi gejala tersebut dan sanggup menjalani kehidupan yang produktif sementara seseorang dengan gangguan jiwa menyerah kepada gejala yang dihadapi. Akibatnya, hanya ada sedikit hal yang bisa ditawarkan seorang penderita kepada lingkungannya. Sebagian besar kondisi kejiwaan bersifat sangat melumpuhkan karena kebanyakan orang dengan gangguan jiwa tak sanggup menjalani kegiatan sehari �¢���� hari, khususnya yang melibatkan hubungan dengan orang lain. Salah satu sifat gangguan jiwa yang sangat mengganggu adalah ketidakmampuan untuk melihat kondisinya sendiri dalam artian penderita tidak menyadari keseriusan gangguan yang dideritanya. Saat mengalami halusinasi atau delusi, penderita sangat yakin bahwa fenomena tersebut adalah kenyataan, hal ini tidak jarang menjadi ancaman bagi dirinya dan orang lain. Schizophrenia merupakan jenis umum dari gangguan psikotis dan terhitung menempati jumlah yang besar pada penderita psikosis di seluruh dunia. Schizophrenia terbentuk secara bertahap dimana keluarga maupun penderita tidak menyadari ada sesuatu yang aneh dalam otaknya dalam kurun waktu yang lama. Kerusakan yang perlahan-lahan ini yang akhirnya menjadi Schizophrenia yang tersembunyi dan berbahaya. Gejala yang timbul secara perlahan-lahan ini bisa saja menjadi Schizophrenia akut. Gejala Schizophrenia sendiri mulai muncul pada usia 15 �¢���� 24 tahun bagi pria dan wanita.(Schizophrenia.com, 2009) Periode Schizophrenia akut adalah gangguan yang singkat dan kuat, yang meliputi halusinasi, penyesatan pikiran (delusi), dan kegagalan berpikir. Schizophrenia sendiri adalah sejenis penyakit jiwa yang ditandai oleh delusi dan halusinasi yang cenderung bersifat destruktif. Penderitanya selalu dipengaruhi oleh waham (pikiran-pikiran/prasangka yang salah dan bertentangan dengan dunia nyata, tidak berdasarkan logika), yang berubah menjadi suara �¢���� suara gaib dalam pikiran mereka yang menyuruh untuk melakukan hal �¢���� hal yang negatif yang dapat mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Ciri khas kepribadian schizophrenic adalah penarikan diri dari pergaulan sosial dan sangat menyukai kesunyian. Di dalam konteks umum, istilah Schizophrenia dalam bahasa awam yang dimengerti sebagian besar masyarakat adalah gila, hal ini tentu menimbulkan stigma yang diterima oleh penderita ketika mereka didiagnosis menderita Schizoprenia. Pada umumnya stigma yang muncul di masyarakat masih kuat, mereka menganggap negatif pada penyakit ini sebagai penyakit yang memalukan, penyakit turunan, bisa menular dan harus dikucilkan sehingga masih ada keluarga penderita yang merasa malu untuk membuka diri terhadap masyarakat. Seringkali masyarakat juga masih merasa malu untuk datang ke psikiater karena stigma tersebut, padahal untuk mencegah penyakit ini diperlukan kemauan untuk berkonsultasi dan berobat kepada dokter atau psikiater karena melalui gejala awal yang ringan dapat berujung ke gangguan psikotik seperti Schizophrenia. Pemahaman �¢���� pemahaman seperti inilah yang harus diberikan kepada masyarakat, keluarga dan penderita agar mengetahui cara penanganan awal terhadap penyakit Schizophrenia tersebut. Penyebab pasti penyakit ini ditimbulkan dari faktor genetis, yaitu apabila terdapat keturunan dari keluarga yang pernah mengidap Schizophrenia dan juga dapat berasal dari faktor psikologis yang dikaitkan dengan pola asuh yang diberikan oleh orang tua. Dalam banyak kasus ditemukan juga bahwa kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap timbulnya penyakit ini. Dan penyebabnya adalah tumpukan situasi yang membuat tegang sehingga timbul rasa frustasi dan depresi terlebih hal itu dialami secara berkepanjangan dan tidak ada kemampuan untuk membebaskan dirinya dari masalah yang dihadapi. Bagi penderita Schizophrenia hal yang paling mengganggu dari penyakit ini ialah perasaan terasing. Mereka menjadi seseorang yang terputus hubungan dengan dunia luar, perasaan memiliki adalah sesuatu yang asing dan juga mereka menyadari perbedaan dari orang �¢���� orang di sekeliling. Selain terapi psiko edukatif yang diberikan oleh psikiater, terapi sosial yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan dalam membantu kesembuhan-pun sangatlah penting karena kesembuhan penderita 50% melalui obat-obatan dan sisanya melalui peran lingkungan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kampanye Sosial Penyakit Schizophrenia
Subjects: D3 Tugas Akhir > Desain Komunikasi Visual > Desain Grafish > 2010
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:54
Last Modified: 16 Nov 2016 07:54
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/16152

Actions (login required)

View Item View Item