Analisis Perputaran Persediaan Dampaknya Terhadap Laba Bersih Pada Apotek Nusa Indah Bandung

Iswandi, Muhamad (2010) Analisis Perputaran Persediaan Dampaknya Terhadap Laba Bersih Pada Apotek Nusa Indah Bandung.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Kebutuhan masyarakat yang semakin banyak merupakan akibat dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas yang diikuti dengan kecanggihan teknologi, sehingga perkembangan dunia usaha semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan timbul persaingan yang competitive. Perusahaan yang kuat akan bertahan hidup sebaliknya perusahaan yang tidak mampu bersaing kemungkinan akan dilikuidasi atau mengalami kebangkrutan. Oleh karena itu, untuk dapat menghadapi perubahan yang terjadi, perusahaan tentu saja perlu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, yang diantaranya meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian secara baik sehingga sasaran utama perusahaan dapat tercapai. Disamping itu pula perusahaan perlu melakukan pengelolaan persediaan dengan baik supaya persediaan yang ada dalam perusahaan mencukupi. Persediaan berhubungan erat dengan current assets atau aktiva lancar perusahaan, maka apabila salah satu komponen aktiva lancar termasuk didalamnya persediaan terganggu, maka akan mengakibatkan kegiatan operasional perusahaan terganggu. Pada Apotik Nusa Indah yang bergerak dalam bidang farmasi / penyediaan obat-obatan, persediaan merupakan salah satu komponen modal kerja yang sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hal ini dikarenakan apabila persediaan 2 dalam perusahaan terjaga dengan baik, maka akan berdampak pula terhadap laba perusahaan. Berikut persediaan perusahaan pada Apotik Nusa Indah: Tabel 1.1 Perkembangan Perputaran Persediaan Apotek Nusa Indah Periode 2004-2009 Tahun Perputaran Persediaan Perkembangan Kali (%) 2004 9.29 - - 2005 8.73 (0.06) (6.02) 2006 9.31 0.06 6.64 2007 7.37 (0.20) (20.83) 2008 8.31 0.12 12.75 2009 10.47 0.25 25.99 Sumber : Data Apotek Nusa Indah, diolah kembali Gambar Grafik 1.1 Perputaran Persediaan Apotek Nusa Indah Periode 2004-2009 Dari grafik diatas dapat terlihat bahwa nilai persediaan pada Apotek Nusa Indah tahun 2004 perputaran persediaannya sebesar 9.29 kali dan mengalami penurunan pada tahun 2005 dan 2007. Dimana tahun 2005 sebesar 8.73 dan tahun 2007 sebesar 7.37. Penurunan persediaan tersebut dikarenakan barang mengalami 3 penumpukan digudang. Pada tahun 2006, 2008 dan 2009 mengalami kenaikan sebesar 9.31, 8.31, dan 10.47. Hal tersebut terjadi karena barang-barang digudang mulai berkurang disebabkan barang-barang yang menumpuk mulai laku terjual. Turun - naiknya nilai laporan persediaan tersebut jelas akan berpengaruh terhadap perputaran persediaan. Apabila perputarannya cepat maka laba yang dihasilkan oleh perusahaan akan meningkat, begitupun sebaliknya. Dalam pengelolaan persediaan harus memperhatikan sifat, jenis dan tingkat investasi terhadap persediaan tersebut, karena besarnya tingkat perputaran persediaan tergantung pada sifat barang, letak perusahaan dan jenis perusahaan, yang pada akhirnya akan menentukan laba. Tingkat perputaran persediaan yang tinggi menunjukan dana yang diinvestasikan pada persediaan efektif menghasilkan laba, berikut laporan perkembangan laba bersih pada Apotek Nusa Indah adalah sebagai berikut: Tabel 1.2 Perkembangan Pendapatan Laba bersih Apotek Nusa Indah Bandung Periode 2004-2009 Periode Laba Bersih Perkembangan Laba Bersih Rp % 2004 56.3 - - 2005 88.7 0,57 57.54 2006 76.8 (0.13) (13.41) 2007 56.1 (0.26) (26.95) 2008 85.4 0.52 52.18 2009 50.7 (0.40) (40.60) Sumber : Apotek Nusa Indah Bandung, data diolah kembali Adapun grafik perkembangan Laba Bersih pada Apotek Nusa Indah Bandung periode 2004-2009 adalah sebagai berikut: 4 Gambar Grafik 1.2 Perkembangan Laba Bersih Apotek Nusa Indah Bandung Dari grafik diatas dapat terlihat bahwa nilai laba bersih pada Apotek Nusa Indah tahun 2004 sebesar Rp. 56.3 dan Mengalami kenaikan tahun 2005 dan 2008. Dimana tahun 2005 sebesar Rp 88.7, tahun 2008 sebesar Rp 85.4. Kenaikan tersebut diakibatkan persediaan yang mulai membaik. Pada tahun 2006, 2007, dan 2009 laba bersih mengalami penurunan dikarenakan persediaan barang di gudang mulai menumpuk kembali. Laporan laba bersih tersebut mengindikasikan laba yang diperoleh oleh perusahaan. Laba yang didapat rata-rata mengalami suatu fluktuasi, hal tersebut diakibatkan oleh adanya suatu gangguan terhadap perputaran persediaannya yang tidak optimal sehingga laba yang diperoleh mengalami kenaikan dan penurunan, seperti terjadinya kadarluarsa (expired) beberapa jenis obat, dan offer stock-nya obat tertentu, persaingan harga yang mengakibatkan menurunnnya penjualan, hal ini jelas berdampak pada perputaran persediaan dan akibatnya berdampak pula pada perolehan laba. Dari uraian tersebut diatas, terlihat adanya hubungan perputaran persediaan yang digunakan perusahaan untuk kegiatan operasinya dengan laba 5 bersih yang didapat perusahaan. Berangkat dari permasalahan yang dikemukakan diatas penulis merasa tertarik untuk mencoba menelaah dalam sebuah penelitian yang terangkum dalam judul: �¢����ANALISIS PERPUTARAN PERSEDIAAN DAMPAKNYA TERHADAP LABA BERSIH PADA APOTEK NUSA INDAH BANDUNG�¢����.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Analisis,Perputaran Persediaan,Laba Bersih
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Ekonomi Bisnis > Manajemen > 2010
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ekonomi > Manajemen (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:54
Last Modified: 16 Nov 2016 07:54
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/16365

Actions (login required)

View Item View Item