Perancangan film dokumenter straigh edge Indonesia

Hafiz, Qori (2011) Perancangan film dokumenter straigh edge Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Budaya/kultur underground di Indonesia pada saat ini mengalami keterpurukan kembali, dikarenakan terjadinya tragedi sabtu kelabu pada konser band underground asal kota Bandung yaitu Beside. Tragedi yang memakan 11 korban jiwa tersebut menambah citra buruk musik underground di Indonesia, dimana sebelum terjadi tragedi sabtu kelabu tersebut musik underground di Indonesia selalu diidentikan dengan alkohol, narkotika atau drugs, kekerasan, urakan, dan lain �� lain. Hal �� hal negatif yang selalu diidentikan dengan musik underground di Indonesia dikarenakan pemerkosaan media terhadap musik underground yang dilakukan secara sepihak. Sebagai contoh pemberitaan media ketika menggambarkan konser Beside di AACC Bandung ketika orang �� orang yang sedang berpogo dancing(istilah berjoget di dalam musik underground) seolah �� olah itu adalah suatu bentuk kekerasan atau kerusuhan. Namun di dalam musik underground pogo dancing merupakan salah satu bentuk ekspresi untuk menikmati musik tersebut. Sama seperti bergoyang di dalam musik dangdut. Di dalam kultur/budaya underground terdapat banyak genre musik, seperti genre musik Punk, Hardcore, Hardcore Punk, Metal, Death Metal, Black Metal, Grindcore, Ska, Ska Punk, dan lain �� lain. Dan setiap genre musik tersebut memilki kultur/budaya beserta komunitas masing �� masing, lalu seluruh budaya dan komunitas yang berada di dalamnya tersebut tergabung di dalam budaya atau kultur yang disebut Underground. Underground sendiri adalah pergerakan di luar industri musik, bukanlah sebuah nama bagi genre musik, dan underground lebih cenderung dengan budaya/kultur di luar budaya popular atau mainstream. Di dalam kultur underground sendiri, terdapat sebuah kultur berikut komunitas Hardcore Punk yang memiliki pergerakan positif. Yaitu sebuah pergerakan yang menentang pengunaan rokok, minuman beralkohol, narkotika dan seks bebas. Pergerakan positif tersebut bernama Straight Edge. Hal tersebut membuktikan bahwa media salah dalam menggambarkan kultur underground selalu identik dengan hal �� hal negatif.(ripple magazine # 59:2008). Pemberitaan oleh media yang memojokan budaya underground dapat pula mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku para remaja Indonesia, khususnya para remaja yang ikut terlibat di dalam budaya Underground. Masa remaja adalah masa dimana ingin mencoba hal �� hal baru, tidak peduli apakah itu berdampak positif atau negatif. Pemberitan media Indonesia ketika mengekspose budaya underground secara besar �� besaran belakangan ini mungkin saja dapat mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku para remaja di Indonesia yang menyaksikan pemberitaan tersebut. Dikhawatirkan apabila tidak adanya penjagaan diri, para remaja yang menyaksikan pemberitaan tersebut akan mengakibatkan suatu dampak negatif yang luar biasa, yaitu sebagai contoh mereka akan meniru apa yang mereka lihat atau dengar dari media yang memberitakan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Budaya, kampanye rokok,underground
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2008
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:56
Last Modified: 16 Nov 2016 07:56
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/18514

Actions (login required)

View Item View Item