Analisis koordinasi: studi kasus PT X

Victoria Sandroto, Indah (2001) Analisis koordinasi: studi kasus PT X.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Koordinasi memegang peranan penting dalam memadukan bagian-bagian yang berbeda untuk mencapai tujuan bersama. Dalam konteks manajemen organisasi perusahaan saat ini, perusahaan harus bertahan menghadapi peningkatan persaingan dan ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Sayangnya, literatur teori koordinasi masih sangat jarang. Teori Organisasi sendiri sebagai induk dari Teori Koordinasi dianggap belum memenuhi persyaratan untuk dinamakan “Teori”. Oleh karena itu, Penulis mengambil bentuk penelitian studi kasus. Studi Kasus dimaksudkan untuk melakukan eksplorasi secara mendalam pada suatu perusahaan tertentu bagaimana koordinasi dilakukan. Perusahaan memiliki tujuan, pelaku (karyawan/anggota perusahaan), dan melakukan kegiatan-kegiatan. Penulis mengambil studi kasus pada PT X. PT X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di dalam bisnis fashion yang berlokasi di Jakarta. Yang menjadi pertanyaan dalam penelitian yang Penulis lakukan adalah: (1) bagaimana para pelaku melakukan koordinasi proses?, (2) bagaimana model mental atau kognitif para pelaku terhadap koordinasi proses tersebut?, (3) mengapa tidak terjadi pencapaian tujuan perusahaan?, dan (4) apa yang dapat dijadikan rekomendasi atau arah perbaikan agar bagian-bagian sistem mau mencapai tujuan bersama atau tujuan perusahaan?Hasil studi menunjukkan perusahaan memilah-milah tujuan yang ingin dicapai menjadi kegiatan-kegiatan dan sub-sub kegiatan. Pemilahan ini tampak jelas pada Struktur Organisasi PT X yang bersifat fungsional. Setiap divisi memiliki tugas fungsional tertentu. Untuk melakukan koordinasi antarbagian, perusahaan melakukan mekanisme koordinasi (yang terutama): lima rapat koordinasi per season. Dalam pelaksanaan kegiatan operasional, tujuan perusahaan tidak tercapai karena terjadi konflik-konflik, yaitu (1) konflik yang berhubungan dengan supplier, (2) konflik akibat mekanisme Rapat Koordinasi, (3) konflik akibat ketidakpastian pelanggan. Penulis mengajukan rekomendasi agar PT X melakukan koordinasi dengan : (1) fokus pada divisi Kreatif, atau (2) mekanisme koordinasi situasional (organisasi fleksibel) sesuai dengan strategi yang dipilih PT X.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Management And Planning > Industrial Management > 2001
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:36
Last Modified: 16 Nov 2016 07:36
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/2041

Actions (login required)

View Item View Item