Analisis deformasi gunungapi Merapi dengan metode geodetik-GPS.

Ma Ruf, Bilal (2001) Analisis deformasi gunungapi Merapi dengan metode geodetik-GPS.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pemahaman fenomena magmatik dan pemantauan Gunungapi Merapi tidak dapat terlepad dari studi deformasi. Studi deformasi ini tidak dapat diselenggarakn oleh satu disiplin ilmu, melainkan harus secara multidisipliner. Geodesi merupakan disiplin ilmu yang berperan mengkaji deformasi dari aspek geometrik, yaitu menentukan besar dan pola vektor pergeseran dan parameter-parameter deformasi. Salah satu metode geodetik yang mulai dikembangkan dalam studi deformasi di Gunungapi Merapi adalah GPS. Analisis deformasi Gunungapi Merapi dengan GPS direalisasikan dengan melakukan survai GPS. Survai GPS tersebut dilakukan dengan membuat kerangka dasar deformasi (jaring GPS) yang titik-titiknya tersebar di tubuh Gunungapi Merapi. Berdasarkan koordinat titik-titik kerangka dasar deformasi yang diperoleh dari hasil survai GPS, maka dapat dihitung besar dan pola vektor pergeseran. Vektor pergeseran ini selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam menyusun model analisis ini deformasi untuk menentukan parameter-parameter deformasi Gunungapi Merapi.Dari hasil hitungan dapat disimpulkan bahwa (1) receiver satu frekuensi dapat digunakan dalam analisis deformasi Gunungapi Merapi, (2) selama interval waktu antara November 1996-Maret 1998, Gunungapi Merapi mengalami deformasi. Adanya deformasi ini dibuktikan dari aspek geometrik dan fisis. Dari aspek geometrik terlihat nilai vektor pergeseran, parameter-parameter deformasi dan principal strain memberikan nilai yang cukup signifikan, sedangkan dari aspek fisis dibuktikan dengan adanya pertumbuhan kubah lava dan terjadinya letusan pada tanggal 17 Januari 1997 dan Juli 1998, (3) karakteristik deformasi secara geometrik dapat digunakan untuk menduga aktivitas Gunungapi Merapi secara fisis, (4) studi deformasi Gunungapi Merapi dapat dihitung dengan menggunakan model analisis translasi, regangan dan rotasi maupun dengan model regangan dan rotasi. Dalam kasus ini model regangan dan rotasi cenderung lebih sesuai jika dikaitkan dengan informasi geologi dan geofisik.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Physical And Mathematical Sci. > Geodetic Engineering > 2001
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:36
Last Modified: 16 Nov 2016 07:36
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/2044

Actions (login required)

View Item View Item