Konsep Diri Anak Tunagrahita Ringan

Feronika, Silfia (2011) Konsep Diri Anak Tunagrahita Ringan.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan juga mengungkapkan mengenai fenomena yang selama ini tidak terekspose dengan baik dan menguraikan mengenai bagaimana konsep diri anak tunagrahita ringan ditinjau dari pendekatan interaksi simbolik yang digunakan dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri anak tunagrahita ringan.br / Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan studi fenomenologi dengan pendekatan interaksi simbolik. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara Wawancara Mendalam, Observasi/Pengamatan berperan-serta, Studi Kepustakaan, dan Internet Searching. Pemilihan informan dilakukan dengan cara informan yang ditetapkan secara sengaja oleh peneliti dan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Teknik analisa data yang digunakan yaitu dengan Data collection, Data reduction, Data display,dan Conclusion drawing (verification). Sedangkan untuk menguji keabsahan data digunakan Triangulasi data. Triangulasi data yaitu untuk mengecek kebenaran dengan cara menghilangkan perbedaan-perbedaan yang ada saat mengumpulkan data.br / Hasil penelitian ini adalah anak tunagrahita ringan merupakan anak yang memiliki keterbelakangan mental atau keterlambatan dalam hal perkembangan baik komunikasi ataupun berinteraksi dan juga memiliki IQ yang berada dibawah rata-rata. Konsep diri anak tunagrahita sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang significant other yang terdiri dari orang tua dan keluarga. Disamping itu, peran reference group yang terdiri dari guru dan lingkungan ikut mempengaruhi pengembangan konsep diri dari anak tunagrahita ringan, yang terjadi melalui pertukaran simbol-simbol yang memiliki makna.br / Simpulan dari penelitian ini adalah konsep diri anak tunagrahita ringan terdiri dari konsep diri positif dan juga negatif yang sangat dipengaruhi peran orang tua dan guru, serta peran serta dari masyarakat. Pembentukan konsep diri, melibatkan pertukaran simbol-simbol yang memiliki makna.br / Dari hasil penelitian ini diperoleh saran yaitu untuk para orang tua bisa menerima keadaan anak tunagrahita, dan memberikan perhatian. Serta peran guru dan juga masyarakat yang terus memberikan dukungan kepada anak tunagrahita agar bisa berkembang dan memperoleh kesempatan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Konsep Diri, Tunagrahita
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2011
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:59
Last Modified: 16 Nov 2016 07:59
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/20508

Actions (login required)

View Item View Item