Perancangan Kampanye Pelaranagn Rokok Elektrik

Putra Pamungkas, Andi (2011) Perancangan Kampanye Pelaranagn Rokok Elektrik.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Kebiasaan merokok di Indonesia merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasan ini memang sudah sangat melekat dan menjadi sebuah kebutuhan di masyarakat, sampai��sampai dikeluarkan fatwa merokok. Merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi perokok sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Setiap saat dapat dijumpai anggota masyarakat merokok di tempat-tempat umum. Bahkan saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang merokok namun sudah banyak terlihat anak-anak usia dini sudah mulai merokok. Keadaan ini menjadi hal yang sangat biasa dan berujung pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Para perokok sudah mengetahui akan dampak buruk bagi kesehatan mereka, namun masih saja aktivitas tersebut mereka lakukan. Tingkat kecanduan yang sangat tinggi membuat kebiasaan ini sulit untuk dihilangkan, terkadang mereka lebih baik memilih tidak makan untuk hari ini dari pada tidak merokok sama sekali. Tak heran jika industri rokok adalah industri terbesar di indonesia karena rokok merupakan industri yang sangat diminati oleh masyarakat. Berhenti merokok memang tak mudah, ada yang mencoba berhenti sekaligusbr / 2br / dan ada juga yang mencoba mengurangi perlahan-lahan. Pendorong utama untuk berhenti merokok harus berasal dari keinginan sendiri.br / Saat ini beredar rokok elektrik atau ��Electronic Nicotine Delivery Systems�� yaitu rokok yang beroperasi menggunakan tenaga baterai. Namun tidak membakar tembakau seperti produk rokok pada biasanya. Rokok ini membakar cairan menggunakan baterai dan uapnya masuk ke paru-paru pemakai. Rokok yang selama ini menggunakan gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas, ternyata berkembang menggunakan tenaga baterai. Bentuknya ENDS seperti batang rokok pada biasanya dan terdapat beberapa tipe rokok elektrik, yang dibuat menyerupai rokok aslinya. Produk ini dipasarkan dengan banyak nama diantaranya, rokok elektronik, ecigarro, electro-smoke, green-cig, dan smartsmoker. Rokok ini mengaku sebagai rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada rokok tembakau. Rokok ini khusus dibuat untuk para perokok yang ingin berhenti setidaknya mengurangi merokok tembakau dengan cara yang nyaman dan aman bagi tubuh.br / Beberapa temuan penelitian menjelaskan bahwa rokok elektrik memiliki kandungan toksin dalam jumlah banyak yang sebetulnya isi keseluruhan dari rokok ini adalah zat nikotin yang bervariasi apabila di panaskan akan menghasilkan nitrotisme. Bahaya dari rokok elektrik ini tentu saja masih ada, karena kandungan nikotin yang bervariasi dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah dan penyebabbr / 3br / munculnya kanker. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pelarangan terhadap rokok elektrik karena efek yang ditimbulkan lebih berbahaya dibanding rokok tembakau. China sebagai penemu awal rokok ini pada tahun 2003 justru melarang keberadaan rokok tersebut. Sampai saat ini produk rokok elektrik dinyatakan ilegal karena belum mendapat sertifikasi dari pemerintah Indonesia.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kampanye, Pelarangan, Rokok Elektrik
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2011
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:59
Last Modified: 16 Nov 2016 07:59
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/20590

Actions (login required)

View Item View Item