Perancangan Film Dokumenter Pagelaran Tarawangsa

Rijallulhaq, (2011) Perancangan Film Dokumenter Pagelaran Tarawangsa.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Sebagai masyarakat Sunda yang sangat perhatian dalam pemeliharaan alam dan sekitarnya, seperti halnya masyarakat di Rancakalong yang juga masih aktif melakukan hubungan spiritual terhadap alam baik yang berupa fisik, maupun yang bersifat ghaib. Oleh karena itu, kesenian di Rancakalong pun tumbuh dan berkembang sesuai dengan kondisi kebudayaan yang hidup dalam masyarakat penyangganya. Salah satu kesenian khas Rancakalong adalah kesenian Jentreng atau Tarawangsa.br / Seni Tarawangsa adalah kesenian yang tumbuh dari pola kehidupan bertani masyarakat Rancakalong. Seni Tarawangsa adalah upacara ritual yang bersifat magis dan religius untuk menghormati dewi kesuburan yaitu Dewi Sri. Walaupun keberadaannya sebagai salah satu tokoh dalam mitologi, masyarakat Rancakalong yang menyebutnya dengan nama Kersa Nyai masih melakukan penghormatan tersebut hingga saat ini dengan tujuan supaya Kersa Nyai tetap tinggal dan betah di Rancakalong. Hal ini sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang menempatkan Seni Tarawangsa sebagai media pokok dalam penyelenggaraan upacara panen padi atau biasa disebut juga seren taun.br / 2br / Ritual dari bumi Rancakalong membawa pesan-pesan dalam hubungan manusia dengan alam. Dalam seni Tarawangsa terdapat hal��hal yang sangat unik dan juga menarik, dimana adanya interaksi antara manusia dan leluhur yang dapat dilihat dengan bahasa tubuh yang mempunyai maksud��maksud tertentu. Untuk dapat melakukan seni Tarawangsa ini maka ada alat yang wajib dan harus dimainkan, yaitu Tarawangsa dan Kacapi Jentreng. Tarawangsa merupakan alat musik gesek yang bentuknya mirip dengan alat musik rebab resonatornya terbuat dari kayu berleher panjang dan bersenar 2 utas. Sedangkan jentreng adalah instrumen musik petik yang memiliki 7 utas senar dan mempunyai bentuk persegi panjang.br / Di dalam seni Tarawangsa ini terdapat ritual��ritual yang di lakukan untuk menghormati leluhur mereka. Tidak hanya Tarawangsa dan jentreng saja yang mengisi ritual ini, tapi ada beberapa orang yang akan mengikuti ritual ini. Dikarenakan seni Tarawangsa ini berbentuk pagelaran dan terdapat urutan��urutan ritual di dalamnya. Maka visualisasi akan sangat dibutuhkan, supaya orang yang melihatnya dapat merasakan ritual yang bersifat religius begitu kental didalamnya sehingga memahami apa pesan��pesan yang terdapat pada ritual seni Tarawangsa ini.br / Visualisasi dalam seni Tarawangsa ini, akan berbentuk film dokumenter yang menceritakan seni Tarawangsa dari awal pagelaran ini dimulai sampai pada pagelaran ini di tutup. Pentingnya visualisasi dalam bentuk film dokumenter karena untuk upaya melestarikan,br / 3br / membudidayakan dan mempublikasikan kebudayaan seni Tarawangsa ini kepada masyarakat luas.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Film Dokumenter, Tarawangsa
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2011
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:59
Last Modified: 16 Nov 2016 07:59
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/20631

Actions (login required)

View Item View Item