Perancangan Buku Bergambar Pengenalan Kendaraan Tradisional Di Kota Bandung Kepada Anak-Anak

Agustine Indra Dewi, Shelly (2011) Perancangan Buku Bergambar Pengenalan Kendaraan Tradisional Di Kota Bandung Kepada Anak-Anak.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Kota Bandung terkenal sebagai pusat wisata, mulai dari wisata belanja, wisata kuliner, wisata alam dan masih banyak lagi. Di balik itu, kota Bandung memiliki warisan budaya yang patut dilestarikan. Mulai dari adat istiadat, tradisi, alat musik, kesenian, tari-tarian sampai kendaraan tradisional.br /br /br / Begitu juga dengan kendaraan tradisional. Dikatakan tradisional karena dalam penggunaanya, kendaraan-kendaraan ini tidak menggunakan mesin sebagai penggeraknya, melainkan tenaga manusia dan hewan. Kendaraan tradisional merupakan salah satu produk budaya yang harus terus dipertahankan kelestariannya. Banyak sekali jenis kendaraan tradisional di kota Bandung, mulai dari tandu, pedati, bendi, sado, dokar, delman, hingga sepeda dan becak.br /br /br / Dalam perkembangannya saat ini, keberadaan kendaraan- kendaraan tersebut mulai jarang terlihat di jalan-jalan kota Bandung. Perkembangan teknologi di bidang transportasi yaitu dengan hadirnya kendaraan-kendaraan bertenagakan mesin yang lebih canggih dan lebih mudah penggunaannya semakin menggeser keberadaan kendaraan- kendaraan tradisional itu sehingga trayek, jumlah dan fungsinya pun sudah semakinbr /br /br / 2br /br /br / terbatas. Padahal, kendaraan-kendaraan tradisional adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang keberadaannya sudah selayaknya dilestarikan.br /br /br / Dulu kendaraan tradisional merupakan alat transportasi utama bagi warga kota Bandung yang mampu memobilisasi warga dari satu tempat ke tempat yang lain. Kendaraan tradisional tersebut dapat dinikmati oleh semua umur mulai dari orang dewasa sampai anak-anak. Dengan semakin berkembangnya teknologi, fungsi kendaraan tradisional mulai tergeser dari fungsi utamanya. Masyarakat kini hanya mengenal beberapa kereta kuda saja, bahkan kini kereta kuda itu hanya dianggap sebagai kendaraan wisata. Kini keberadaan beberapa kereta kuda pun sudah mulai dilupakan sedikit demi sedikit. Jumlah anak-anak yang mengetahui tentang keberadaan delman pun kini mulai berkurang.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Buku Bergambar, Kendaraan Tradisional
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual > 2011
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Desain > Desain Komunikasi Visual (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:59
Last Modified: 16 Nov 2016 07:59
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/21038

Actions (login required)

View Item View Item