Analisis Perkembangan Kas Dan Dampaknya Terhadap Cash Ratio Pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk KCP Sumedang

Devi Ayu Wulandari, Sri (2011) Analisis Perkembangan Kas Dan Dampaknya Terhadap Cash Ratio Pada PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk KCP Sumedang.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pengalokasian dana dalam bentuk alat likuid seperti kas berfungsi sebagai cadangan utama (Primary Reserve) yang digunakan untuk membayar kembali simpanan nasabah yang ditarik sewaktu-waktu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kas yang terjadi pada PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk KCP Sumedang periode tahun 2006-2010, mengetahui perkembangan cash ratio, serta mengetahui seberapa besar dampak kas terhadap cash ratio.br / Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantutatif, metode penarikan sampel menggunakan Nonprobability Sampling Design yaitu dengan menggunakan purposive sampling, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah penelitian lapangan, penelitian perpustakaan, dokumentasi. Data analisis dengan menggunakan analisis regresi, korelasi pearson product moment (r), analisis koefisien determinasi dan uji t.br / Hasil penelitian menunjukkan bahwa kas mempunyai hubungan yang sangat kuat terhadap cash ratio, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai r = 0.856, artinya semakin tinggi kas, maka semakin tinggi pula cash rationya. Kas berpengaruh terhadap cash ratio sebesar 73.2736 % dan sisanya sebesar 26.7264 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis. Dari hasil uji t didapat hasil nilai ttabel = 2.3534 dan nilai thitung = 2.863289173. Dengan hasil tersebut uji hipotesis diterima bahwa kas berdampak positif dan signifikan terhadap cash ratio.br / Peningkatan kas disebabkan karena pembayaran piutang sehingga bertambahnya modal, menurunnya penghapusan aktiva produktif, serta menurunnya PPA - Penempatan pada bank lain. Penurunan cash ratio paling besar terjadi pada tahun 2008 yaitu sebesar 13.53 %. Hal ini disebabkan peningkatan jumlah kredit yang diberikan, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2010 yaitu sebesar 309.796 %. Hal ini disebabkan oleh membaiknya pengelolaan asset yang menghasilkan kenaikan pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya. Agar likuiditas tetap terjaga bank harus mengestimasikan pengeluaran dan pengendalian kas secara lebih baik, meningkatkan atau mempertahankan DPK.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: kas, cash ratio, likuiditas
Subjects: D3 Tugas Akhir > Keuangan Perbankan > 2011
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:00
Last Modified: 16 Nov 2016 08:00
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/21461

Actions (login required)

View Item View Item