Hubungan Antara Tingkat Aksesibilitas Dengan Kesejahteraan Masyarakat Dan Kinerja Wilayah Kabupaten Atau Kota Di Provinsi Jawa Barat

Dwi Putra Simatupang, Erwin (2016) Hubungan Antara Tingkat Aksesibilitas Dengan Kesejahteraan Masyarakat Dan Kinerja Wilayah Kabupaten Atau Kota Di Provinsi Jawa Barat.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Dengan jumlah penduduknya sebanyak 44.548.431 jiwa yang tersebar di 17 kabupaten, dan 9 kota. Sekaligus menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia (BPS Jawa Barat, 2012).Menurut Black dalam Tamim, (1997) aksesibilitas adalah suatu ukuran kenyamanan atau kemudahan mengenai cara lokasi tata guna lahan berinteraksi satu sama lain dan ��mudah�� atau ��susah��nya lokasi tersebut dicapai melalui sistem jaringan transportasi. Sering kali suatu wilayah yang memiliki tingkat aksesibilitas yang tinggi identik dengan perekonomian yang baik pula. Contohnya Negara Singapura dengan aksesibilitas yang baik mempunyai pertumbuhan perekonomian serta kesejahteraan yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aksesibilitas dengan kesejahteraan masyarakat kabupaten/kota dan kinerja wilayah di Provinsi Jawa Barat. Tingkat aksesibilitas diukur dengan menggunakan ketersediaan prasarana transportasi: jalan, terminal angkutan penumpang, dan pelabuhan. Selain itu aksesibilitas diukur juga menggunakan metode gravity model/indeks aksesibilitas (Hansen, 1959). Sedangkan ukuran kesejahteraan masyarakat menggunakan PDRB per kapita ADHK dan Human Development Index (Indeks Pembangunan Masyarakat). Adapun untuk kinerja wilayah digambarkan oleh PDRB atas dasar harga berlaku. Analisis data dalam penelitian ini adalah metode analisis korelasi yang digunakan untuk melihat seberapa kuat suatu hubungan variabel yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aksesibilitas yang diukur menggunakan kualitas jalan dengan kesejahteraan masyarakat yang diukur menggunakan indikator makro (PDRB per kapita). Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.519. Sedangkan untuk variabel ketersediaan terminal, pelabuhan, dan indeks aksesibilitas tidak menunjukkan hubungan yang kuat dengan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya hubungan tingkat aksesibilitas dengan kinerja ekonomi wilayah yang diukur menggunakan PDRB ADHB, hasil analisis tidak menunjukkan adanya hubungan. Akan tetapi, untuk struktur ekonomi wilayah yaitu sektor pertanian terdapat hubungan dengan tingkat aksesibilitas (kualitas jalan). Hanya saja hubungan ini bersifat negatif, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0.432.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Tingkat aksesibilitas, kualitas jalan, kesejahteraan masyarakat, kinerja wilayah
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota > 2015
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Perencanaan Wilayah dan Kota (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:00
Last Modified: 16 Nov 2016 08:00
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/21527

Actions (login required)

View Item View Item