Usulan Perbaikan Kualitas Sepatu Tomkins Dengan Menggunakan Metode House Of Quality (HOQ) Di PT Primarindo Asia Infrastructure TBK

Chaerul Fh, Denden (2016) Usulan Perbaikan Kualitas Sepatu Tomkins Dengan Menggunakan Metode House Of Quality (HOQ) Di PT Primarindo Asia Infrastructure TBK.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Jumlah unit cacat dalam sebuah perusahaan merupakan hal yang rumlah terjadi, baik itu perusahaan yang berskala lokal maupun internasional. Akan tetapi jumlah unit cacat tersebut bisa dikatakan normal apabila masih dalam batas kontrol dalam sebuah peta kendali, akan tetapi bila jumlah unit cacat yang dihasilkan melewati batas kontrol peta kendali maka hal tesebut mengindikasikan bahwa terjadi kesalahan dalam sistem produksi atau kesalahan yang dilakukan oleh manusia dalam melakukan kegiatan produksi. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian pada sebuah perusahaan sepatu yang berlokasi di wilayah industri Gede Bage. Objek penelitan yang digunakan adalah empat model sepatu yang diproduksi oleh PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk. Model sepatu tersebut adalah Jasmine, Philip, Pompeii dan Carter yang masing-masing digunakan untuk child, junior, women dan men. Jumlah unit cacat yang dihasilkan oleh PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk ini sangatlah tinggi. Pada setiap model sepatu memiliki jenis cacat yang berbeda, terutama jenis cacat lasting miring. Statistical Quality Control (SQC) dan House Of Quality (HOQ) digunakan sebagai metode dalam upaya melakukan perbaikan sistem perusahaan dalam melakukan kegiatan produksi, dimana unit produk cacat bisa diminimalisir. Dengan penggunaan metode tersebut dapat disimpulkan bahwa pada sepatu Jasmine memiliki beberapa aspek yang musti diperbaiki yaitu daya tahan sepatu, tidak ada robekan pada sepatu, lubang tali sepatu, alas sepatu agar tidak licin dan daya rekat lem pada sepatu. Sedangkan untuk sepatu Philip aspek yang harus diperbaiki adalah daya tahan sepatu, tidak ada robekan pada sepatu, lubang tali sepatu tidak mudah rusak, daya rekat lem pada sepatu, dan alas sepatu tidak licin, sedangkan sepatu Pompeii aspek yang harus diperbaiki adalah daya tahan sepatu, lubang tali sepatu, tidak ada robekan pada sepatu, jahitan benang sepatu rapih, outsole tidak licin dan daya rekat lem pada sepatu. Sedangkan untuk model carter, aspek yang harus diperbaiki adalah daya tahan sepatu, tidak ada robekan pada sepatu, lubang tali sepatu tidak mudah rusak, daya rekat lem pada sepatu dan alas kaki tidak licin.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Statistical Quality Control, House Of Quality, Sepatu
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2015
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:02
Last Modified: 16 Nov 2016 08:02
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/23370

Actions (login required)

View Item View Item