MASALAH PERMODALAN PT BANK BUT DALAM RANGKA MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN USAHATinjauan dan analisis kinerja Bank dari tahun 1995 - Semester I, 2000

Sudibyo Wirjosudirdjo, Jusuf (2012) MASALAH PERMODALAN PT BANK BUT DALAM RANGKA MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN USAHATinjauan dan analisis kinerja Bank dari tahun 1995 - Semester I, 2000.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

PT Bank BUT didirikan pada tanggal 14 Juli 1990 dan mulai beroperasi pada tanggal 18 September pada tahun yang sama. Pada saat didirikan modal PT Bank BUT adalah sebesar Rp. 35.000.000.000,-- (tigapuluh lima miliar rupiah) dan pada tahun 1995 bertambah menjadi sebesar Rp.50.000.000.000,-- (limapuluh miliar). Sejak beroperasi dari tahun 1990 hingga tahun 1997 PT Bank BUT selalu menghasilkan keuntungan dan dapat membagi dividen setiap tahun yang dimulai sejak tahun 1992. Namun pembagian dividen dimaksud kurang dipertimbangkan dengan rencana ekspansi aktivanya sehingga pertumbuhan PT Bank BUT tidak didukung oleh tingkat pertumbuhan modal yang cukup. Kebutuhan penambahan modal mulai dirasakan pada pertengahan tahun 1997 dimana mulai terasa dampak dari krisis ekonomi yang berdampak lanjut dengan krisis perbankan. Upaya melakukan merger dengan bank lain sudah dilaksanakan, namun berhubung dengan diambil alihnya bank mitra merger oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional, maka rencana merger menjadi batal.Dari usaha operasional PT Bank BUT dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1997 meskipun selalu menghasilkan keuntungan, namun sebagai sumber modal internal. ternyata tidak dapat diharapkan banyak untuk dapat menambah modal bank. Jalan lain adalah dengan meminta para pemegang saham untuk menambahkan setoran modal kurang mendapat perhatian yang serius. Pada akhir tahun 1998 PT Bank BUT menderita kerugian yang cukup besar melebihi jumlah modal yang disetor. Menurut hasil penilaian Bank Indonesia pada tahun 1997, sebenarnya PT Bank BUT memperoleh penilaian katagori A yang berarti dapat terus beroperasi karena Capital Adequacy Ratio ( CAR) masih diatas 4% yang merupakan persyaratan minimal yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Namun dengan adanya beban negative spread bunga yang demikian tinggi, kerugian PT Bank BUT terus bertambah sehingga berdasarkan laporan audit pada akhir tahun 1999, tercatat CAR PT Bank BUT hanya sebesar 0,71% yang berarti seharusnya PT Bank BUT tidak dapat terus beroperasi. Untuk menutup kekurangan CAR tersebut pemegang saham diminta oleh Bank Indonesia untuk segera menyetor tambahan modal agar CAR PT Bank BUT dapat kembali diatas 4%.Pada akhir bulan Maret 2000 Bank Indonesia selaku otoritas moneter mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia No. 2/11/PBI/200 yang mengatur kriteria bank untuk tetap dapat melangsungkan kegiatan usahanya dengan menetapkan besaran faktor-faktor Kewajiban Pemenuhan Modal Minimum (Capital Adequacy Rasio), Kredit bermasalah (Non Performing Loan), Batas Maksimum Pemberian Kredit (Legal Lending Limit) dan Giro Wajib Minimum (Reserve Requirement). Dengan adanya peraturan ini maka permasalahan modal PT Bank BUT menjadi lebih transparan untuk dibahas agar keberadaan bank ini tetap ada dan dapat terus menjalankan kegiatan usahanya secara berkelanjutan. Dari hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sebagai suatu bank komersial yang menginginkan pertumbuhan yang wajar, PT Bank BUT menyadari akan perlunya penambahan modal untuk dapat mendukung pertumbuhan aktivanya. Hasil kegiatan usaha operasional yang diperoleh selama tahun 1995 sampai dengan semester I/2000 ternyata tidak dapat menambah modal bila dilihat dari sudut sumber dana internal. Bahkan kerugian kumulatif dari tahun 1998 hingga tahun 1999 sebesar Rp. 66.338 miliar menyebabkan penurunan modal yang ada. Untuk dapat meneruskan kegiatan usahanya, PT Bank BUT harus segera diberikan tambahan modal dari luar karena kondisi keuangan yang sudah cukup berat. Bilamana tidak, maka PT Bank BUT akan menjurus kedalam keadaan insolvency. Mengingat bahwa pemegang saham sudah tidak bersedia lagi untuk menambah modal, maka disarankan untuk dapat segera dicarikan investor yang bersedia menanamkan dananya pada PT Bank BUT agar selain untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia juga dapat membawa PT Bank BUT kearah pertumbuhan bisnis perbankan yang sehat.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Manufacture > Manag. Of Business Adm.-Tech. > 2000
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:37
Last Modified: 16 Nov 2016 07:37
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/2349

Actions (login required)

View Item View Item