Identifikasi Tingkat Kerawanan Bencana Alam Di Kawasan Perkotaan Nabire (Kabupaten Nabire Provinsi Papua)

Zari Madina, Jiwa (2013) Identifikasi Tingkat Kerawanan Bencana Alam Di Kawasan Perkotaan Nabire (Kabupaten Nabire Provinsi Papua).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perkembangan kota menyebabkan peningkatan aktvitas dan kebutuhan lahan untuk menunjang aktvitas tersebut, sementara lahan walaupun merupakan salah satu sumber daya alam yang paling berharga tetapi memiliki keterbatasan baik ketersediaan maupun kemampuan daya dukungnya. Kondisi fisik dasar lahan sangat mempengaruhi kesesuaian pemanfaatan lahan seperti lingkungan hidrologi, geomorfologi, geologi, tanah dan atmosfir (Catanese ed.,1992:338). Kota Nabire yang merupakan wilayah berbukit dengan kemiringan kearah utara, pemanfaatan lahan permukiman menempati wilayah dengan kemiringan di atas 10%, disisi lain kondisi tersebut merupakan kendala bagi pembangunan permukiman beserta fasilitasnya. Pembangunan permukiman pada lahan dengan kemiringan diatas 10%, memerlukan banyak pertimbangan. Untuk itu perlu dilakukan kajian kesesuaian lahan permukiman yang berdasarkan karakterstik dasar di kota Nabire yang terdiri dari kemiringan, jenis tanah dan batuan, wilayah rawan bencana serta penyediaan prasarana mitigasi. Dengan diketahuinya kesesuaian lahan, pemanfaatan lahan khususnya untuk permukiman dapat dilakukan pada terutama wilayah yang tidak dan kurang sesuai baik pembangunan, penataan maupun pencegahan untuk keamanan dan kenyamanan penghuni pada wilayah yang kurang sesuai. Kondisi fisik lahan yang berupa kemiringan, jenis tanah dan batuan, wilayah rawan bencana serta penyediaan prasarana mitigasi sangat mempengaruhi kesesuaian lahan untuk permukiman. Analisis wilayah rawan bencana, untuk gempa bumi dan tsunami secara deskriptif ditentukan posisi kota Nabire pada peta sebaran pusat gempa dan pesisir rawan tsunami, sedangkan wilayah rawan tanah longsor dan banjir merupakan hasil superposisi peta curah hujan, kemiringan, jenis tanah. Analisis penyediaan prasarana mitigasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kebutuhan pembuatan prasarana mitigasi yang didapat dari tingginya kerawanan bencana yang terdapat di Kota Nabire. Pengaturan berupa bimbingan teknis dalam pembangunan serta penataan permukiman perlu terus dilakukan terutama pada permukiman yang berada di sepanjang pesisir pantai yang rawan tsunami. Bimbingan teknis dapat berupa pemberian pengetahuan tentang bahaya tsunami dan tanah longsor sehingga diharapkan dapat mengurangi akibat dari bahaya bencana itu, bentuk konstruksi bangunan permukiman dan lingkungannya pembuatan permukiman selanjutnya diarahkan menjahui wilayah rentan tanah longsor maupun pesisir pantai rawan tsunami.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Perkembangan kota, kerawanan bencana, permukiman, karakteristik fisik dasar
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota > 2012
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Perencanaan Wilayah dan Kota (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:03
Last Modified: 16 Nov 2016 08:03
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/23545

Actions (login required)

View Item View Item