Analysis of Accounts Receivable Management in PT. HS

Manov Karmen, Ray (2001) Analysis of Accounts Receivable Management in PT. HS.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam upaya mendorong volume penjualannya, suatu perusahaan sering melakukanpenjualan secara kredit, di samping kebijakan tunai atau cash. Sebagaiakibat penjualan dengan kredit, tingkat risiko untuk tidak dibayarnyapiutang menjadi besar dibanding kalau menjual secara tunai. Di samping itu,karena penjualan secara kredit ini melibatkan pihak debitur yang berada diluar perusahaan, maka pihak perusahaan perlu berhati-hati dan masalahpiutang ini perlu mendapat analisis yang cukup mendalam.Hal yang sama terjadi pula pada PT. HS, suatu perusahaan manufaktur yangjuga memasarkan sendiri produk-produk sandalnya ke pasaran. Sebagaiperusahaan kecil, PT. HS belum memiliki karyawan yang kompeten untukmelakukan manajemen pada piutang dagangnya. Manajemen PT. HS yang adasekarang juga belum mengetahui kebijakan-kebijakan apa saja yang dapatdiambilnya sehubungan dengan manajemen piutang dagang yang efektif danefisien. Analisis kondisi saat ini dari PT. HS dengan membandingkan angkaaverage collection period, perputaran piutang usaha, dan teknik penentuanumur piutang dagang (aging schedule) dengan syarat kredit yang dikeluarkanPT. HS dan dengan rasio rata-rata dari industri menunjukkan kebijakanpiutang dagang atau penerapan kebijakan piutang dagang PT. HS yang terlalulonggar. Saat ini PT. HS memiliki average collection period 90 hari(rata-rata ACP industri 67 hari), perputaran piutang dagang 4,4 kali(rata-rata industri 5,4 kali), dan berdasarkan aging shedule pada akhirbulan Juni, September, dan Desember 2000, secara rata-rata 63% dari totalpelanggannya membayar terlambat.Untuk mengatasi masalah ini, penulis menyarankan PT. HS untuk memperketatkebijakan piutangnya. Caranya adalah dengan pemberian potongan kas (cashdiscount) bagi pelanggan yang membayar dalam jangka waktu sampai 10 harisetelah tanggal terjadinya penjualan. Usulan kebijakan pemberian potongankas tersebut dapat dievaluasi dengan memperhatikan variabel-variabel kunci(1) volume penjualan, (2) investasi dalam piutang dagang, (3) biaya piutangtak tertagih, dan (4) biaya potongan kas. Secara kuantitatif, usulankebijakan pemberian potongan kas ini kemudian dievaluasi denganmembandingkan peningkatan profit (akibat penambahan penjualan danberkurangnya investasi dalam piutang dagang, dan berkurangnya biaya piutangtak tertagih) dengan biaya potongan kas. Ternyata peningkatan profit inimelebihi peningkatan biaya (net profit Rp. 10.901.515), sehingga kebijakanpotongan kas dapat dijalankan. Dengan kebijakan potongan kas ini juga dapatdiperkirakan ACP PT. HS turun menjadi 60 hari dan perputaran piutang daganglebih cepat menjadi 6 kali.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Manufacture > Manag. Of Business Adm.-Tech. > 2001
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:37
Last Modified: 16 Nov 2016 07:37
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/2355

Actions (login required)

View Item View Item