Pola Komunikasi Antar Budaya Mahasiswa Keturunan Tionghoa Dengan Mahasiswa Suku Sunda Di Universitas Parahyangan Bandung.

Firman Maulana, Indra (2015) Pola Komunikasi Antar Budaya Mahasiswa Keturunan Tionghoa Dengan Mahasiswa Suku Sunda Di Universitas Parahyangan Bandung.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi antarbudaya yang terbentuk dari para mahasiswa keturunan tionghoa dengan mahasiswa suku sunda di Universitas Parahyangan Bandung. Untuk menjabarkan fokus penelitian, maka peneliti membagi ke dalam beberapa sub-sub masalah mikro yaitu proses komunikasi, hambatan komunikasi mahasiswa keturunan tionghoa dengan mahasiswa suku sunda di Universitas Parahyangan Bandung. Metode Penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, studi pustaka dan Internet searching. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa keturunan tionghoa dengan mahasiswa suku sunda di Universitas Parahyangan Bandung. Informan penelitian berjumlah 4 orang, yang berasal dari mahasiswa keturunan tionghoa 2 orang (pria/wanita) dan mahasiswa suku sunda 2 orang (pria/wanita). Hasil penelitian menunjukan bahwa proses komunikasi primer yang dilakukan oleh mahasiswa keturunan tionghoa dan mahasiswa suku sunda secara langsung menggunakan pesan verbal (bahasa Indonesia dan bahasa sunda) dan nonverbal (ekspresi wajah yang terlihat heran, kontak mata, dan gerak isyarat) ketika mereka berkomunikasi. Sedangkan proses komunikasi sekunder yaitu proses komunikasi yang dilakukan oleh mahasiswa keturunan tionghoa dan mahasiswa suku sunda dengan menggunakan media seperti Hp, email dan media sosial. Hambatan komunikasi yang dialami yaitu hambatan semantik dan hambatan psikologis. Hambatan semantik yang terjadi salah pengucapan bahasa Indonesia gaul dan Sunda, salah penafsiran/mengartikan dari bahasa sunda kasar dan bahasa sunda halus. Hambatan psikologis yang dialami yaitu adanya sikap tidak mau kalah, cuek, dan selalu merasa kelompoknya paling benar dan berkomunikasi hanya seperlunya saja dari mahasiswa keturunan tionghoa. Kesimpulan dari penelitian ini, proses komunikasi yang terjadi lebih sering dilingkungan kampus dan membentuk pola komunikasi. Proses komunikasi menggunakan pesan verbal bahasa Indonesia dan Sunda dengan aksen daerah dan pesan nonverbal (ekspresi wajah yang terlihat heran, kontak mata, dan gerak isyarat). Saran yang dapat peneliti berikan, mahasiswa keturunan tionghoa harus siap menerima perbedaan bahasa dan budaya dengan mahasiswa suku sunda, karena dengan begitu mereka dapat dengan mudah melakukan proses komunikasi dan mengurangi hambatan komunikasi dan saling mengenal satu sama lain, saling mengerti dan mendapat satu pengertian bersama.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: pola komunikasi, keturunan tionghoa, suku sunda, proses komunikasi, hambatan komunikasi
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2015
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:03
Last Modified: 16 Nov 2016 08:03
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/23566

Actions (login required)

View Item View Item