Pemaknaan Homoseksual Dalam Novel Lelaki Terindah (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Djik Tentang Pemaknaan Homoseksual Dalam Novel Lelaki Terindah).

Nurhayati, Saripah (2013) Pemaknaan Homoseksual Dalam Novel Lelaki Terindah (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Djik Tentang Pemaknaan Homoseksual Dalam Novel Lelaki Terindah).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis wacana kritis mengenai pemaknaan homoseksual dalam novel Lelaki Terindah. Untuk mengetahuinya maka di sini peneliti membagi ke dalam tiga sub fokus yakni dimensi teks, kognisi sosial dan konteks sosial.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian analisis wacana kritis, teknik pengumpulan data yang dipakai adalah dokumentasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan penelusuran data online. Informan yang dipilih sebanyak dua orang, dengan asumsi para informan mengetahui banyak informasi tentang teks yang akan diteliti.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam dimensi teks pemilihan kata, bahasa, maupun kalimat yang dipakai oleh Andrei Aksana menunjukan bahwa homoseksual dianggap sebagai penyimpangan sosial dan melanggar norma yang ada di Indonesia sehingga homoseksual dimaknai sebagai perbuatan negatif yang tidak dapat diterima masyarakat. Dimensi kognisi sosial Andrei Aksana menunjukan bahwa Andrei Aksana hidup dan tinggal di tempat dimana masyarakatnya masih menjungjung tinggi dan menjaga norma agama yang menyebabkan adanya pendiskriminasian kepada kaum homoseksual. Konteks sosial, dimana wacana yang berkembang di masyarakat mengenai pemaknaan homoseksual dipengaruhi oleh norma-norma yang ada di masyarakat, hal itu yang menyebabkan homoseksual dimaknai sebagai sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Simpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pemaknaan homoseksual di negara Indonesia masih dimaknai sebagai hal yang negatif, hal tabu dan menyalahi norma-norma yang berlaku. Selain itu juga, homoseksual sendiri dimaknai sebagai prilaku yang menyimpan yang terjadi dalam masyarakat. Saran dalam penelitian ini adalah masyarakat dan pemerintah sebaiknya tidak menutup mata dengan adanya keberadaan homoseksual dan tidak membiarkan prilaku tersebut meluas dalam masyarakat.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Analisis Wacana Kritis, Teun A Van Dijk, Dimensi teks, Kognisi sosial, Konteks sosial
Subjects: Member > dyah@unikom.ac.id
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:04
Last Modified: 16 Nov 2016 08:04
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/24889

Actions (login required)

View Item View Item