Konsep Diri Wanita Bertato Anggota Paguyuban Tatto Bandung (Studi Fenomenologi Tentang Konsep Diri Wanita Bertato Anggota Paguyuban Tatto Bandung)

Alamanda Citraristu, Hysua (2013) Konsep Diri Wanita Bertato Anggota Paguyuban Tatto Bandung (Studi Fenomenologi Tentang Konsep Diri Wanita Bertato Anggota Paguyuban Tatto Bandung).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan juga mengungkapkan mengenai bagaimana konsep diri wanita anggota paguyuban tattoo Bandung serta untuk mengetahui bagaimana seorang wanita anggota paguyuban tattoo Bandung memaknai dirinya sendiri, bagaimana orang terdekat yang memiliki ikatan darah atau reference group dan orang yang dekat tetapi tidak ada ikatan darah atau significant others memaknai seorang wanita bertato anggota paguyuban tattoo Bandung.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi fenomenologi, dimana informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari 2 wanita bertato, 2 orang terdekat yang memiliki hubungan dara atau significant other dan 2 orang terdekat yang tidak memiliki hubungan darah atau reference group.Hasil penelitian menunjukan bahwa seorang wanita anggota paguyuban tattoo Bandung memaknai diri (self) nya sebagai sebagai seseorang yang bebas dengan apa yang mereka miliki. Hal tersebut terjadi karena ada significant other yang mendukung jalan yang telah diambil oleh wanita bertato anggota paguyuban tattoo Bandung, tetapi ada juga reference group menaruh keanehannya kepada wanita bertato anggota paguyuban tattoo Bandung, yang membuat menjadi seseorang yang tidak memedulikan lingkungan sekitar.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa konsep diri yang ada pada wanita bertato anggota paguyuban tatooo Bandung adalah sebuah konsep dimana mereka memang bertindak seseuai dengan pandangan terhadap diri mereka sendiri dan orang lain terhadap diri mereka. Wanita bertato anggota paguyuban tattoo Bandung menilai tato bukan lah suatu kejahatan melainkan sebagai suatu seni yang setiap orang yang bebas memakainya, serta mereka menganggap dirinya bisa banyak belajar setelah menggunakan tato karena banyaknya pandangan negatif dari orang luar yang membuat mereka menjadi pribadi yang lebih kuat lagi dalam menjalani hari-hari.Saran yang dapat peneliti berikan adalah agar wanita bertato melakukan kegiatan sosial di luar, agar dapat dikenal secara baik oleh masyarakat luas dan tidak dipandang menjadi suatu kejahatan kalau menggunakan tato.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Fenomenologi, Konsep Diri, Tato
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2013
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:04
Last Modified: 16 Nov 2016 08:04
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/24947

Actions (login required)

View Item View Item