Sekolah menengah tunanetra Bandung arsitektur sebagai penanda

Karina Marpaung, Nina (2013) Sekolah menengah tunanetra Bandung arsitektur sebagai penanda.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Anak dengan gangguan penglihatan yang lebih akrab disebut sebagai anak tunanetra, merupakan bagian dari ABK. Pengertian tunanetra tidak saja pada seseorang yang buta, tetapi mencakup juga seseorang yang mampu melihat tetapi terbatas dan kurang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup sehari-hari. Jadi, pengertian tunanetra adalah individu yang indera penglihatannya tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari seperti halnya orang awas. Walaupun begitu, anak tunanetra tetaplah sebagai anak-anak bangsa yang merupakan penerus cita-cita bangsa. Anak penyandang tunanetra tetap harus diperhatikan dan diperlakukan dengan tepat agar bisa berkembang dengan optimal. Perkembangan kognitif, motorik, sosial, emosional, dan kepribadian anak penyandang tunanetra bisa berkembang secara optimal jika diberikan stimulus yang tepat dan diberikan sejak dini.Berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan keinginan untuk menciptakan sebuah fasilitas pendidikan yang ideal yang nantinya juga dapat lebih memandirikan dan memberdayakan para siswa dengan keterbatasan penglihatan yang dimiliki, maka perancang ingin merancang, sebuah kawasan yang menampung kebutuhan mereka dalam bidang pendidikan, bagi anak/remaja tunanetra usia sekolah menengah yang ada di seluruh Indonesia pada umumnya, dan Bandung pada khususnya.Proses perancangan ini, bermaksud untuk mewadahi kebutuhan pendidikan khusus berupa sebuah kawasan sekolah luar biasa bagi anak/remaja tunanetra yaitu usia kurang lebih 12 (dua belas) sampai 17 (tujuh belas) tahun, dengan fasilitas-fasilitas pendukungnya, yang mengacu pada pemanfaatan elemen-elemen arsitektural terhadap perilaku dan karakteristik tunanetra.Perancangan penanda yang diberikan pada kawasan sekolah ini, dilakukan baik secara arsitektural (seperti pada elemen lantai, dinding, dan atap), maupun non spatial (seperti melalui suara air, gesekan dedaunan, dan aroma wangi bunga), sebagai respon akan karakteristik mereka, serta pemanfaatan indera lain yang dimiliki.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Tunanetra dan arsitektur
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Arsitektur > 2013
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Arsitektur (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:05
Last Modified: 16 Nov 2016 08:05
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/25245

Actions (login required)

View Item View Item