Analisis Persediaan Raw Material Non-Metal Untuk Komponen Tailboom Pada Airbus Helicopter Program Tahun 2015 Di PT Dirgantara Indonesia

Mauresha, Hasby (2015) Analisis Persediaan Raw Material Non-Metal Untuk Komponen Tailboom Pada Airbus Helicopter Program Tahun 2015 Di PT Dirgantara Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Persediaan mempunyai arti sangat penting bagi suatu perusahaan, yaitu sebagai salah satu aset terbesar jalannya operasional perusahaan. Tanpa adanya manajemen persediaan yang baik, perusahaan pada suatu waktu tidak bisa melakukan proses produksi dan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. PT Dirgantara Indonesia sebagai perusahaan manufaktur pesawat terbang yang mempunyai sistem produksi berbasis pada engineer to order mempunyai aspek-aspek yang harus diperhitungkan.Terjadinya overstock material mengakibatkan meningkatnya biaya simpan dan resiko keusangan material. Sedangkan stockout material dapat mengakibatkan keterlambatan waktu produksi, perakitan dan pengiriman, biaya akibat kekurangan material serta biaya penalti yang mungkin dibebankan oleh konsumen kepada perusahaan.Langkah awal yaitu mengklasifikasikan material dengan menggunakan klasifikasi ABC berdasarkan volume dolar/beli tahunan, klasifiasi ini dikombinasikan dengan klasifikasi life time material, sehingga menghasilkan 3 kategori material: Kategori A merupakan material paling kritis, Kategori B adalah material kritis sedang sedangkan Kategori C adalah material tidak kritis. Material yang telah diklasifikasikan menjadi acuan dalam skala prioritas pembuatan jadwal pemesanan.Selanjutnya, proses lot sizing dilakukan untuk menentukan ukuran lot mana yang paling optimal dengan biaya persediaan yang paling rendah. Metode lot sizing yang digunakan antara lain EOQ dan POQ, seta Lot for Lot sebagai metode lot sizing yang digunakan di perusahaan. Setelah didapat hasil perhitungan lotnya, maka dilanjutkan dengan membuat Material Requierement Planning. Berdasarkan perhitungan biaya dengan MRP yang menjadi acuannya, terdapat beberapa material yang memang sudah cocok menggunakan LFL, namun dari 11 material terdapat 6 material yang bisa diterapkan menggunakan EOQ dan sisa 5 material lainnya bisa menggunakan LFL ataupun EOQ karena menghasilkan biaya yang sama, sedangkan dari metode POQ tiadak ada yang terpilih.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: manejemen persediaan, klasifikasi ABC, lot sizing, MRP
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2015
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:05
Last Modified: 16 Nov 2016 08:05
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/25499

Actions (login required)

View Item View Item