Galeri dalam medan seni lukis modern Yogyakarta.

Bramantijo, (2012) Galeri dalam medan seni lukis modern Yogyakarta.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Masuknya kepentingan ekonomi dalam medan seni lukis modern Indonesia harus diakui telah mampu menggairahkan dinamika medan seni tsb dalam berbagai aspek. Peristiwa "Boom" seni lukis, di kota-kota yang menjadi salah satu bukti kegairahan itu. Pameran seni rupa, khususnya seni lukis, di kota-kota yang menjadi pusat perekonomian, frekuensinya terus meningkat. Demikian pula galeri komersial terus bermunculan, pembutuh lukisan dan kolektor mengalami peningkatan, serta diikuti pula bertambahnya pelukis dan kolektor mengalami peningkatan, serta diikuti pula bertambahnya pelukis yang terlibat dalam setiap kegiatan pameran, bursa, ataupun lelang lukisan. Dan yang tak kalah mengejutkan yaitu peningkatan yang luar biasa harga lukisan, kemudian diikuti maraknya pemalsuan lukisan. Fenomena tsb menunjukkan adanya kecenderungan menjadikan lukisan sbg komoditas perdagangan yang menguntungkan sekaligus sebagai bentuk investasi. Akan tetapi kegairahan seni lukis modern Indonesia tsb dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan perkembangan seni lukis modern Indonesia yang sebenarnya, karena dalam pelaksanaannya menimbulkan berbagai ketimpangan. Diantaranya kurang berperannya pranata normatif (kritik seni) sebagai penentu nilai yang dapat dipakai sebagai acuan dalam memetakan reputasi pelukis dalam perkembangan seni lukis modern Indonesia, kekacauan penetapan harga lukisan, intervensi galeri terhadap otoritas pelukis dan kritikus seni, dan ketimpangan lainnya. Sebagai institusi yang berorientasi komersial, galeri diasumsikan memiliki andil dalam menggairahkan medan seni lukis modern Indonesia dengan segala fenomena yang menyertainya. Yogyakarta merupakan salah satu pusat perkembangan seni lukis modern Indonesia. Kota ini memiliki kontribusi yang besar dalam peta perkembangan seni lukis modern Indonesia. Oleh karena itu masalah yang berkaitan dengan medan seni lukis modern Yogyakarta dan peran galeri dalam medan seni lukis modern Yogyakarta, menarik untuk dikaji. Secara umum penelitian ini bertujuan mengkaji peran galeri dalam medan seni lukis modern Yogyakarta serta kontribusinya dalam menggerakkan dinamika dalam medan seni lukis modern Yogyakarta. Secara khusus bertujuan memberikan gambaran mendalam mengenai: (1) perkembangan seni lukis modern Yogyakarta dari masa kesanggaran hingga kini beserta kecenderungan tematik dan gaya pengungkapannya, khususnya pada masa pertumbuhan galeri; (2) praktik pergalerian di Yogyakarta yang mampu mendorong dinamika medan seni lukis modern Yogyakarta; (3) interaksi antarkomponen dalam medan seni lukis modern Yogyakarta. Sasaran utama penelitian ini adalah galeri komersial, galeri alternatif, serta ruang-ruang pamer seni lukis di Yogyakarta yang memiliki hubungan kerja yang luas dengan komunitas medan seni lukis modern Yogyakarta. Informan dalam penelitian ini sebagian besar merupakan bagian dari komunitas medan seni lukis modern Yogyakarta serta beberapa informan di luar medan seni Yogyakarta yang dipandang memiliki wawasan yang luas tentang permasalahan yang sedang diteliti, terdiri dari pelukis, kritikus, pengamat seni, kolektor, serta pemilik dan pengelola galeri. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap para informan serta observasi dan dokumentasi terhadap sasaran penelitian. Data tsb selanjutnya dianalisis (terdiri dari tiga alur kegiatan yg terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi) sesuai metodologi penelitian yang telah ditentukan. Dari hasil penelitian, secara ringkas dapat dikemukakan: (1) Nilai-nilai "kerakyatan" dan "nasionalisme" yang menjadi dasar ideologis berkesenian, yang berikutnya tercermin dalam pembentukan profil medan seni lukis modern Yogyakarta, serta kecenderungan tematik dan gaya pengungkapan karya seni lukis modern Yogyakarta dari masa kesanggaran hingga masa-masa berikutnya. Keberadaan lembaga pendidikan seni utamanya ASRI (yang kemudian berubah menjadi STSRI "ASRI" selanjutnya FSRD-ISI Yogyakarta) semakin membuka peluang terciptanya arus perkembangan seni lukis modern Yogyakarta yang pada akhirnya memberi warna yang kuat dan khas seni lukis modern Yogyakarta yang selanjutnya memberi warna pada perkembangan seni lukis modern Indonesia. (2) Karakteristik galeri komersial di Yogyakarta secara umum masih terbawa oleh arus pasar seni komersial, hal ini tampak dari program pameran yang diagendakan serta karya-karya yang disajikan. Sebagai distributor seni sekaligus institusi penyangga kesenian secara komersial, galeri di Yogyakarta belum mampu menampung luapan kreativitas sekaligus menjadi tumpuan pelukis Yogyakarta secara material. Hal ini disebabkan jumlah galeri yang ada di Yogyakarta, serta kemampuan finansial, manajerial, dan jaringan distribusinya yang belum sekuat galeri komersial ...

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Fine Arts And Design > Design > 1999
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:37
Last Modified: 16 Nov 2016 07:37
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/2684

Actions (login required)

View Item View Item