Identifikasi Dampak Perubahan Guna Lahan Dari Perkebunan dan Hutan Menjadi Kawasan Pemerintahan Baru di Wilayah Senggarang Terhadap Guna Lahan Sekitarnya dan Ekonomi Masyarakat Setempat

Hidayatullah, Riyan (2014) Identifikasi Dampak Perubahan Guna Lahan Dari Perkebunan dan Hutan Menjadi Kawasan Pemerintahan Baru di Wilayah Senggarang Terhadap Guna Lahan Sekitarnya dan Ekonomi Masyarakat Setempat. Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perkembangan Kota Tanjungpinang lebih cenderung berada pada wilayah Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Kecamatan Bukit Bestari yang dekat dengan pusat kota sehingga pembangunan yang ada menjadi tidak merata dan lahan yang tersedia juga semakin berkurang bahkan hampir habis. Oleh karena itu, salah satu upaya pemerintah kota untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan mengantisipasi ketersediaan lahan adalah dengan menetapkan Wilayah Senggarang yang merupakan bagian dari Kecamatan Tanjungpinang Kota sebagai kawasan pengembangan dan pusat pemerintahan baru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan guna lahan dari perkebunan dan hutan menjadi kawasan pemerintahan baru yang terjadi di Wilayah Senggarang dan seberapa besar dampak perubahan lahan tersebut terhadap guna lahan sekitarnya. penelitian ini juga bertujuan melihat pengaruh perubahan guna lahan terhadap ekonomi masyarakat dalam hal ini mata pencaharian dan pendapatan masyarakat di wilayah tersebut. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam kurun waktu sembilan tahun yaitu dari tahun 2000 sampai tahun 2009 terjadi perubahan guna lahan cukup besar yaitu 57,28 persen. Perubahan lahan terbesar terjadi pada lahan perkebunan campuran dan lahan perkebunan/karet. Lahan perkebunan campuran bertambah luasnya sebesar 528,6 Ha, sedangkan lahan perkebunan/karet berkurang luasnya sebesar 347,7 Ha. Dalam kurun waktu 5 tahun yaitu tahun 2009 sampai tahun 2014 terjadi perubahan guna lahan sebesar 3,6 persen. Perubahan lahan terbesar terjadi pada lahan eks tambang dan lahan kosong. Lahan eks tambang bertambah luasnya sebesar 52,6 Ha, sedangkan lahan kosong berkurang luasnya sebesar 49,6 Ha. Adanya kawasan pemerintahan dan gedung perkantoran di Wilayah Senggarang saat ini tidak menyebabkan lahan di sekitar gedung perkantoran berubah penggunaannya. Guna lahan di sekitar kawasan pemerintahan yang dapat dikatakan mengalami perubahan hanya terjadi pada sekitar lahan perkantoran yang sebelumnya tidak ada akses untuk kendaraan, sehingga lahan di sekitar perkantoran tersebut berubah fungsi menjadi jalan. Selain itu hanya permukiman yang bertambah dari sebelumnya merupakan lahan semak/tegalan dan lahan kosong. Dalam segi ekonomi, perubahan guna lahan secara keseluruhan tidak memberikan dampak terhadap perubahan mata pencaharian dan pendapatan masyarakat. Namun, sebagian masyarakat memiliki mata pencaharian dan pendapatan tambahan karena terlibat dalam proses pembangunan gedung perkantoran, membuka warung di sekitar gedung perkantoran dan menjadi petugas kebersihan di kawasan pemerintahan. Sebanyak dua persen masyarakat di wilayah senggarang terlibat dalam proses pembangunan gedung perkantoran, delapan persen masyarakat membuka warung di sekitar gedung perkantoran dan satu persen masyarakat menjadi petugas kebersihan di kawasan pemerintahan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: perubahan guna lahan, kawasan pemerintahan, mata pencaharian
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota > 2014
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Perencanaan Wilayah dan Kota (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:09
Last Modified: 16 Nov 2016 08:09
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/28557

Actions (login required)

View Item View Item