Representasi Perjuangan Perempuan Dalam Film Tjoet Nja Dhien (Analisis Wacana Kritis Sara Mills Mengenai Representasi Perjuangan Perempuan dalam Film Tjoet Nja Dhien Karya Sutradara Eros Djarot)

Vera Tika Sn, Ira (2014) Representasi Perjuangan Perempuan Dalam Film Tjoet Nja Dhien (Analisis Wacana Kritis Sara Mills Mengenai Representasi Perjuangan Perempuan dalam Film Tjoet Nja Dhien Karya Sutradara Eros Djarot).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Film Tjoet Nja�� Dhien adalah sebuah film drama epos perjuangan perempuan Indonesia tahun 1988 garapan sutradara Eros Djarot. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi perjuangan perempuan dalam film Tjoet Nja�� Dhien dengan mikro terdiri dari posisi subjek-objek dan penulis-pembaca. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis wacana kritis Sara Mills. Dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data dilakukan dengan studi analisa teks, studi literatur, penelusuran data online, dokumentasi dan wawancara mendalam. Kemudian pada teknik pengumpulan informan menggunakan prosedur purposif. Untuk teknik analisis data, menggunakan model analisis Sara Mills, yaitu dengan melihat dari posisi subjek-objek dan posisi penulis-pembaca yang terdapat dalam film tersebut serta menggunakan analisis data umum yang dilakukan dalam kualitatif yaitu, kategorisasi dan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, yang dilakukan adalah peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, dan pengecekan melalui diskusi. Hasil dalam penelitian ini adalah posisi subjek-objek ialah posisi subjek ditempati oleh perempuan dengan kepemimpinannya, sedangkan posisi objek ditempati oleh laki-laki dengan segala kebatasannya dan kekurangannya. Posisi penulis-pembaca, baik penulis maupun pembaca sama-sama digiring masuk ke dalam alur cerita film ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa representasi perjuangan perempuan yang digambarkan ialah sebagai bentuk sindiran politis mengenai kepemimpinan. Saran peneliti untuk masyarakat adalah hilangkan pandangan atau anggapan bahwa perempuan tidak bisa menyoal mengenai kepemimpinan.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Film, Perjuangan Perempuan, Kepemimpinan, Analisis Wacana Kritis (AWK) Sara Mills
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Sospol > Ilmu Komunikasi > 2014
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:09
Last Modified: 16 Nov 2016 08:09
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/28578

Actions (login required)

View Item View Item