Analisis Performansi Rantai Pasok Menggunakan Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) di PT. Keramika Indonesia Assosiasi, Tbk

Akbar Niim, Rizky (2014) Analisis Performansi Rantai Pasok Menggunakan Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) di PT. Keramika Indonesia Assosiasi, Tbk. Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Keterlambatan dalam hal pengadaan bahan baku dan penyampaian produk di PT. Keramika Indonesia Assosiasi, Tbk menyebabkan perusahaan mengalami kerugian, seharusnya dengan telah diterapkannya konsep SCM (Supply Chain Management) perusahaan dapat meminimasi kendala-kendala tersebut. Maka dari itu sangat diperlukan adanya pengukuran performansi rantai pasok perusahaan, untuk mengetahui sejauh mana performansi rantai pasok yang dimiliki perusahaan. Pengukuran dilakukan dengan pendekatan model SCOR (Supply Chain Operations Reference) terhadap setiap atribut performansi rantai pasok perusahaan, kemudian membandingkan performansi rantai pasok PT. Keramika Indonesia Assosiasi, Tbk dengan kompetitornya dan mengklasifikasikan aspek-aspek apa saja yang tergolong ke dalam parity (keseimbangan), advantage (keuntungan), dan superior atau best in class (unggul), serta menganalisis dan memberikan usulan dari perbandingan performansi perusahaan dengan kompetitornya. Rantai pasok adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Manajemen rantai pasok adalah metode atau pendekatan integratif untuk mengelola aliran produk, informasi, dan uang secara terintegrasi yang melibatkan pihak-pihak mulai dari hulu ke hilir yang terdiri dari pemasok, pabrik, jaringan distribusi maupun jasa-jasa logistik. Supply Chain Operations Reference (SCOR) adalah suatu referensi model yang digunakan untuk mengukur performansi atau performansi dari rantai pasok yang dikembangkan oleh Supply Chain Council (SCC), dimana SCC merupakan perusahaan global yang independen dan tidak berorientasi pada profit dengan keanggotaan terbuka pada semua perusahaan dan organisasi yang tertarik untuk mengaplikasikan dan memajukan sistem dan penggunaan manajemen rantai pasok. Model SCOR itu sendiri mengkombinasikan dari beberapa elemen diantaranya business process engineering, perbandingan (benchmarking), dan aplikasi-aplikasi yang mengarah pada sebuah kerangka. Lalu pada seluruh siklus performance improvement untuk rantai pasok termasuk didalamnya adalah langkah-langkah pemodelan, pengukuran, analisis dan improvemeasil pengukuran performansi rantai pasok yang meliputi proses produksi diantaranya atribut supply chain reliability yaitu delivery perfomance, fill rate, dan perfect order fulfillment; lalu atribut supply chain responsiveness yaitu order fullfilment lead time; atribut supply chain flexibility yaitu supply chain respons time dan production flexibility. Kemudian atribut yang meliputi keuangan diantaranya atribut supply chain cost yaitu cost of goods sold, supply chain management cost, SG&A cost dan warranty cost or returns processing cost; serta atribut supply chain asset yaitu cash to cash cycle time, inventory days of supply dan asset turns. Dalam pengklasifikasian rantai pasok perusahaan mendapat kategori superior pada atribut supply chain asset pada cash to cash cycle time, inventory days of supply dan asset turns serta dari atribut effectiveneess of return pada return on assets. Selanjutnya yang tidak tergolong ke dalam kategori manapun yaitu dari atribut supply chain cost pada cost of good sold dan SG&A cost, serta atribut profitability pada gross margin, operating income dan net income. Kesimpulan dari penelitian tugas akhir ini adalah opportunity yang dihasilkan dari pengukuran performansi rantai pasok yaitu lebih rendahnya biaya pokok penjualan yang dikeluarkan perusahaan sebesar 3 milyar dari pesaingnya dan dengan perhitungan jumlah uang dikalkulasi persentase nilai pada benchmark, maka bertambahnya gross margin perusahaan menjadi 206 milyar (bertambah 33 milyar), kemudian operating income menjadi 133 milyar (bertambah 15 milyar), dan net income menjadi 89 milyar (bertambah 7 milyar)

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Performansi Rantai Pasok, Supply Chain Operations Referance
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2014
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:09
Last Modified: 16 Nov 2016 08:09
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/28826

Actions (login required)

View Item View Item