PROSES PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM RANGKA PELAKSANAAN DEMOKRASI

Prihatin Ningrum, Anny (2002) PROSES PEMILIHAN KEPALA DESA DALAM RANGKA PELAKSANAAN DEMOKRASI.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Seiring diberlakukannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang didalamnya tercakup pula peraturan tentang desa, maka mulai muncul harapan bahwa desa didudukkan posisinya sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki hak dan asal usul dalam sistem Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan suatu negara demokrasi. Adapun demokrasi yang dipraktekkan di Indonesia ini didasarkan pada prinsip musyawarah dan mufakat atau prinsip kekeluargaan yang bersumber pada kepribadian dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Salah satu bentuk dari demokrasi di tingkat desa yaitu pemilihan Kepala Desa yang merupakan wujud dari pelaksanaan demokrasi langsung. Disamping itu kehadiran Badan Perwakilan Desa (BPD) mempunyai peranan atau kedudukan yang penting yaitu membuat peraturan desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pangawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, dalam hal ini proses PILKADES (Pemilihan Kepala Desa) di desa Tlanakan, dan rupanya mendapat sambutan yang sangat antusias dari masyarakat desa. Terlebih bagi mereka yang masih masih punya pandangan bahwa dengan status sosial dikalangan masyarakat, dengan kata lain kedudukan kepala desa di dalam masyarakat merupakan posisi yang sangat diminati oleh masyarakat desa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Populasi yang digunakan adalah penduduk Desa Tlanakan yang mempunyai hak pilih sebanyak 1.200 orang. Dari populasi tersebut sampel diambil dengan Purposive Sampling dan jumlahnya 20 orang, yang didasarkan pada kriteria-kriteria tertentu yaitu penduduk Desa Tlanakan yang sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin dan berdomisili (bertempat tinggal) minimal 3 tahun di Desa Tlanakan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis domain dengan mengambil beberapa hubungan semantis yang dilihat dari cara atau proses PILKADES (Pemilihan Kepala Desa). Adapun hasil penelitian dari proses PILKADES dalam rangka pelaksanaan demokrasi yang melalui beberapa tahapan, menunjukkan pada ; Tahap persiapan (pembentukan panitia) yaitu BPD membentuk panitia pencalonan, panitia pengawas, serta panitia peneliti dan penguji. Tahap ujian Kepala Desa yaitu terdiri dari ujian lisan dan ujian tertulis. Tahap kampanye yaitu kegiatan untuk menyampaikan sesuatu agar orang lain tertarik dengan salah satu peserta calon Kepala Desa yan pelaksanaannya pada satu hari sebelum hari H. Tahap pelaksanaan pemilihan pemungutan suara yaitu memilih salah satu calon kepala desa dengan mencoblos gambar yang menjadi unggulan dalam kartu suara. Serta tahap pengesahan (pengangkatan) dan pelantikan kepala desa yaitu calon kepala desa yang terpilih disahkan, diangkat dan dilantik oleh Bupati selaku Kepala Daerah Tingkat II Pamekasan untuk menjadi kepala desa.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Goverment Science > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:37
Last Modified: 16 Nov 2016 07:37
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/2948

Actions (login required)

View Item View Item