Usulan Perbaikan Kualitas Produk Sepatu Dengan Menggunakan Metode Six Sigma di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk

Permana, Irwan (2014) Usulan Perbaikan Kualitas Produk Sepatu Dengan Menggunakan Metode Six Sigma di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri alas kaki, meliputi produksi dan pemasaran sepatu jenis sports/ casual ke pasar lokal maupun internasional. Saat ini PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk menerapkan metode pengendalian kualitas dengan metode 3 sigma. Hal ini sesuai dengan standar banyak perusahaan di indonesia. Dari hasil perhitungan level sigma pada tahun 2013 level sigma yang sudah dicapai pada produksi sepatu Tomkins dari periode Februari-Desember mencapai level 4. Untuk itu perusahaan harus terus meningkatkan level sigma tersebut dalam rangka bersaing dengan perusahaan lain untuk menjadi pemimpin dalam industri sepatu di Indonesia sesuai dengan visi perusahaan. Untuk meningkatkan penerimaan produk jadi dan mengurangi terjadinya cacat dalam rangka bersaing dengan perusahaan lain dan meningkatkan efisiensi proses produksi, salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas adalah six sigma, yaitu suatu metode yang berfokus pada cacat, menstabilkan kemampuan proses, mendefinisikan, mengukur, menganalisa, memperbaiki dan mengendalikan proses untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan cacat produk. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapat hasil Jenis sepatu yang dijadikan objek penelitian adalah jenis sepatu child. Variabel cacat yang terjadi adalah lasting miring, cacat upper, outsole, eyelet/ velcro miring, keriput, dan lain-lain. Jenis cacat yang paling dominan adalah lasting miring. Secara keseluruhan level sigma yang dicapai yaitu 4,2. Faktor-faktor terjadinya lasting miring adalah penempatan posisi lasting yang tidak tepat (karena operator tergesa-gesa, tidak teliti, dan kurang pengalaman), waktu lasting yang tidak sesuai, posisi mesin bergeser karena perawatan tidak terjadwal, dan kualitas material laste berubah. Sedangkan tindakan Perbaikan yang diusulkan adalah menambah mandor dan menginspeksi setiap selesai proses lasting, pelatihan lebih intensif terhadap operator, memakai mode otomotis atau menggunakan pengingat waktu bersuara, pemantauan kondisi mesin secara berkala, dan pemantauan kondisi laste secara berkala.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Cacat, Six Sigma, 5W+1H
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2014
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 08:10
Last Modified: 16 Nov 2016 08:10
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/29559

Actions (login required)

View Item View Item