PENGARUH DOSIS KAPUR DOLOMITE DAN PUPUK POSFATTERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS SINGA PADA TANAH ENTISOL

Wijonarko, Wasis (2002) PENGARUH DOSIS KAPUR DOLOMITE DAN PUPUK POSFATTERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS SINGA PADA TANAH ENTISOL.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Produktifitas kacang tanah (Arachis hypogaea L.) nasional terus meningkat pada saat ini namun laju permintaan masih lebih besar daripada ketersediaan produksi. Permintaan kacang tanah Nasional pada tahun 2000 mencapai 1,9 juta ton (Rukmana,1998). Upaya peningkatan produksi antara lain dilakukan dengan perluasan areal dan perbaikan teknologi budidaya, yang mencangkup didalamnya pemupukan dan penggunan varietas unggul baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengapuran Dolomite dan Posfat terhadap pertumbuhan serta hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Varietas Singa khususnya spesifik lokasi tanah Entisol. Adapun hipotesis penelitian meliputi : (1) Diduga pemberian pupuk Dolomite dan Posfat jenis SP-36 terjadi interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah, (2) Diduga pemberian pupuk Dolomite dosis 600 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil polong bernas terbaik, (3) Diduga pemberian pupuk Posfat jenis SP-36 dosis 150 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil polong bernas terbaik. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor I (dosis pupuk Dolomite) yang terdiri dari 4 level yaitu : D0 (tanpa penggunaan pupuk Dolomite), D1 (200 kg/ha), D2 (400 kg/ha) dan D3 (600 kg/ha). Sedangkan faktor II (dosis pupuk Posfat) terdiri dari 4 level yaitu P0 ( tanpa pupuk Posfat), P1 (50 kg/ha), P2 (100 kg/ha), dan P3 (150 kg/ha).Hasil penelitian Menunjukkan :a) Tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk Dolomite dan Posfat pada variable pH tanah, saat muncul bunga pertama, jumlah bunga, luas daun, saat muncul ginofor, kecepatan pemanjangan ginofor, berat basah brangkas tanaman, berat 100 biji dan berat hasil polong basah per hektar. Terjadi interaksi pada variable berat basah brangkas tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, berat basah polong bernas per tanaman dan berat hasil per petak, yang mana pengunaan dosis kapur Dolomite 600 kg/ha dan pupuk Posfat 150 kg/ha (D3P3) merupakan kombinasi perlakuan yang lebih baik.b) Pengunaan pupuk kapur Dolomite secara terpisah, dosis 600 kg/ha (D3) mampu merespon tanaman kacang tanah lebih baik terutama terhadap variable jumlah bunga, kecepatan pemanjangan ginofor, berat basah brangkas tanaman, dan berat hasil polong basah per hektar.c) Penggunaan pupuk Posfat jenis SP-36 secara tepisah, dosis 150 kg/ha (P3) mampu merespon tanaman kacang tanah lebih baik, terutama terhadap variable jumlah bunga , saat muncul ginofor, kecepatan pemanjangan ginofor, berat 100 biji dan berat hasil polong basah per hektar.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Agriculture > Agronomy > 2002 > Event Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:37
Last Modified: 16 Nov 2016 07:37
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/2957

Actions (login required)

View Item View Item