ANALISIS HARGA POKOK DAN BREAKEVEN POINT PADA USAHATANI WORTEL VARIETAS C-7

Ana Sulistyowati, Fitin (2002) ANALISIS HARGA POKOK DAN BREAKEVEN POINT PADA USAHATANI WORTEL VARIETAS C-7.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Naik turunnya harga sering terjadi pada hasil pertanian yang dipengaruhi oleh alam. Kondisi dimana berkurangnya peroduksi, secara makro akan menaikkan harga. Namun bagi petani hal yang menguntungkan ini belum tentu dapat dinikmatinya. Karena waktu produksi yang tidak dapat ditentukan petani. Pada waktu harga turunpun petani tidak dapat pula menyesuaikan volume produksi dengan segera, sehingga kerugian yang besar seringkali dialami petani. Melihat kondisi petani yang lemah dalam masalah harga dan kurang adanya jaminan pasar yang jelas, maka petani membutuhkan bantuan dari perusahaan-perusahaan berbasis pertanian dengan jalan adanya kemitraan. Hal inilah yang melatarbelakangi penelitian tentang Analisis Harga Pokok Dan Break Event Point Pada Usahatani Wortel Varietas C-7 (Studi kasus Kemitraan antara PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. dengan Petani di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu). Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pendapatan, keuntungan dan efisiensi budidaya wortel C-7. (2) Untuk mengetahui lebih tinggi ataukah lebih rendah harga beli wortel C-7 oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. bila dibandingkan dengan harga pokok ditingkat petani. (3) Untuk mengetahui skala usaha budidaya wortel C-7 saat mencapai tingkat BEP. Hipotesa yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Diduga usahatani wortel varietas C-7 menguntungkan dan efisien bagi petani. (2) Diduga harga beli wortel C-7 oleh PT. Indofood lebih tinggi daripada harga pokok ditingkat petani. (3) Diduga skala usaha budidaya wortel C-7 lebih tinggi dari tingkat BEP. Untuk menguji hipotesis pertama digunakan analisis efisiensi usahatani (R/C ratio) dengan rumus TR/TC dengan kriteria pengujian R/C ratio > 1 Efisiensi Usahatani tinggi. R/C ratio < 1 efisiensi usahatani rendah. Untuk menguji hipotesis yang kedua digunakan analisa harga pokok dengan rumus = TC/Q dengan kriteria pengujian, jika P (Harga pokok) < dari harga beli berarti harga wortel C-7 yang ditetapkan oleh PT. Indofood menguntungkan petani. Tetapi jika P (Harga pokok) > dari harga beli berarti harga wortel C-7 yang ditetapkan PT. Indofood merugikan petani. Untuk menguji hipotesa ketiga digunakan analisis BEPq dengan rumus TC/P dengan kriteria pengujian, jika BEPq < dari tingkat produksi maka usahatani wortel C-7 menguntungkan atau layak diusahakan. Jika BEPq = 0 berarti usahatani wortel C-7 mengalami impas. Dan jika BEPq > dari tingkat produksi berarti usahatani wortel C-7 tidak menguntungkan atau tidak layak untuk diusahakan.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa :1. Untuk hasil produksi wortel C-7 yang paling tinggi adalah pada strata III yakni 18.285,71 Kg per Ha. Sedangkan untuk penerimaan yang paling tinggi adalah pada strata I yakni Rp. 21.290.333,33 per Ha. Dan pendapatan yang paling tinggi juga pada strata I yakni sebesar Rp. 7.362.104,67 per Ha. Hal ini dikarenakan pada strata III banyak hasil produksi yang tidak dipanen oleh Pihak Indofood dikarenakan terjadi over produksi. Tetapi dalam kasus ini petani mendapat ganti rugi, tetapi belum sebanding dengan pengorbanan yang dikeluarkan. 2. Usaha tani yang paling efisien adalah pada strata I yakni dengan tingkat efisiensi sebesar 2,83. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani yang efisien dan menguntungkan berada pada kisaran luas lahan < 0,5 hektar. Jadi semakin luas lahan usahatani wortel C-7 semakin tidak efisien. 3. Untuk mencapai produksi minimal agar tidak mencapai kerugian maka petani strata I harus menghasilkan produksi minimal 18.570,97 Kg/Ha dan strata II 16.168,89 Kg/Ha dan stara III sebesar 16.547,39 Kg/Ha. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata hasil produksi petani strata I, petani strata II dan Petani strata III lebih tinggi dari tingkat BEP.4. Harga pokok wortel C-7 untuk stara I yakni sebesar Rp.977,76/Kg dan strata II Rp. 585,14/Kg dan strata III Rp. 695/Kg. Hal ini berarti harga beli wortel C-7 oleh PT. Indofood menguntungkan bagi petani strata II dan III tetapi tidak bagi petani strata I. Demikian hasil penelitian tentang Analis Struktur penetapan Harga Pokok Wortel C-7 semoga dapat dijadikan pertimbangan bagi pihak Indofood untuk penentuan kebijakan lebih lanjut. Dan semoga dapat bermanfaat bagi peneliti berikutnya.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Agriculture > Agribusines > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:37
Last Modified: 16 Nov 2016 07:37
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/2968

Actions (login required)

View Item View Item