BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN ORGANISASI

Wulantika, Lita (2011) BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN ORGANISASI. Majalah Ilmiah UNIKOM, Volume. ISSN 1411-9374

[img] UNSPECIFIED
volume-72-artikel-7.pdf - Published Version

Download (0B)
Official URL: http://jurnal.unikom.ac.id/jurnal/budaya-organisas...

Abstract

Organisasi mempunyai kepribadian, seperti halnya individu. Kita menye-but kepribadian tersebut sebagai budaya organisasi. Budaya organisasi adalah system pengertian yang diterima secara bersama. Karakteristik utamanya adalah inisiatif individual, toleransi terhadap risiko, arah (direction), integrasi, dukungan manajemen, kontrol, identitas, system imbalan, toleransi terhadap konflik, dan pola-pola komunikasi. Organisasi mempunyai budaya yang dominan dan sub-sub budaya. Yang pertama mengutarakan nilai inti yang dirasakan bersama oleh mayoritas anggota organisasi, meskipun organisasi besar juga mempunyai nilai-nilai tam-bahan yang diutarakan dalam sub-sub buadaya. Budaya yang kuat adalah bu-daya dimana niali-nilai dianut dengan kuat, ditata dengan jelas, dan dirasakan bersama secara luas. Budaya yang kuat meningkatkan konsistensi perilaku. Oleh karena itu, budaya semacam ini dapat berfungsi sebagai pengganti for-malisasi. Budaya-budaya yang kuat menekankan para pekerja agar dapat menye-suaikan diri dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya-budaya terse-but, budaya-budaya dengan nilai yang kuat tersebut membatasi ukuran-ukuran nilai dan gaya yang dapat diterapkan.suatu organisasi memperkerjakan individu-individu yang beragam karena ingin memiliki kelebihan-kelebihan alternative yang mereka bawa ke dalam lingkungan kerja, akan tetapi kelebihan-kelebihan yang beragam ini terserap ke dalam budaya yang lebih kuat karena para pekerja berupaya untuk menyesuaikan diri dengan budaya yang lebih kuat Pembentukan budaya memerlukan waktu sehingga apabila sudah ter-bentuk, budaya tersebut kemudian mengakar kokoh budaya-budaya yang kuat mampu bertahan terhadap perubahan karena para karyawan yang menganut-nya sangat memegang nilai-nilai budaya tersebut Sumber budaya organisasi adalah para pendirinya. Budaya organisasi dipertahankan melalui proses seleksi dan sosialisasi organisasi serta tindakan manajemen puncak. Budaya organisasi disebarluaskan melalui cerita, ritual, symbol material, dan bahasa. Perbedaan disekitar budaya organisasi menyangkut apakah ia dapat dikelola atau tidak. Budaya dapat diubah, tetapi tampaknya diperlukan beberapa kondisi untuk melakukan perubahan tersebut. Pada kondisi yang menguntungkan seka-lipun para menajer tidak dapat mengharapkan bahwa nilai-nilai budaya yang baru akan diterima dengan cepat. Perubahan budaya harus dihitung dalam jangka waktu tahunan, bukan bulanan.

Item Type: Article
Subjects: Jurnal Tercetak > Majalah Ilmiah UNIKOM
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Direktorat > Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 30 Nov 2016 09:31
Last Modified: 30 Nov 2016 09:31
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/30494

Actions (login required)

View Item View Item