MEMAHAMI "URBAN" VERNACULAR ARCHITECTURE

Subadra Abioso, Wanita (2011) MEMAHAMI "URBAN" VERNACULAR ARCHITECTURE. Majalah Ilmiah UNIKOM, Vol.9. ISSN 1411-9374

[img]
Preview
Text
04-miu-wanita.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://jurnal.unikom.ac.id/jurnal/memahami-urban-v...

Abstract

Urban vernacular, sebagian pengamat mengartikannya sebagai fenomena yang terjadi sebagai akibat proses vernakularisasi dalam ruang dengan setting urban (perkotaan). Istilah vernacular itu sendiri secara harfiah berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal yang tidak formal, dan informalitas inilah yang menjadi salah satu indikator atas terjadinya fenomena urban vernacular, sebagai contoh adalah pasar spontan yang terjadi di lapangan Gasibu Bandung, di setiap hari Minggu (Dhian Damayani, 2007). Di sisi lain vernacular architecture (arsitektur vernakular) dimengerti sebagai gaya bangunan biasa: the local architecture of a place or people, khususnya gaya arsitektur yang digunakan untuk rumah tinggal biasa alih-alih gaya arsitek-tur untuk gedung-gedung perkantoran besar atau komersial, yang dibangun oleh empirical builders, sebutan bagi para praktisi bangunan, tanpa mendapat inter-vensi dari para arsitek profesional. Selain itu beberapa istilah seperti: arsitektur primitif, indigenous (lokal, alami), anonimus, arsitektur rakyat, populer, berkon-teks rural (perdesaan), tradisional, arsitektur tanpa arsitek, bahkan non-pedigree (tanpa asal usul) architecture selama ini selalu diasosiasikan dengan arsitektur vernakular. Vernakularitas pada arsitektur tidak diindikasikan berdasarkan informalitas se-mata, lebih dari itu karya-karya vernakular dirancang dan dibangun melalui me-toda-metoda tradisional yang sangat beragam. Terlepas dari keterkaitannya dengan tradisi, metoda-metoda arsitektur vernakular dapat dianggap sebagai suatu kegiatan state-of-the-art karena tetap menawarkan beragam alternatif bagi praktek-praktek arsitektur konvensional yang memiliki akuntabilitas tinggi terhadap krisis enerji di era kiwari, khususnya di daerah urban yang mengkon-sumsi enerji relatif lebih besar. Paparan berikut merupakan upaya untuk mendudukkan Urban Vernacular Architecture yang dimengerti di sini sebagai arsitektur vernakular dalam konteks urban dan bukan Urban Vernacular Architecture

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: urban vernacular architecture
Subjects: Jurnal Tercetak > Majalah Ilmiah UNIKOM
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Direktorat > Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 30 Nov 2016 09:36
Last Modified: 01 Dec 2016 02:46
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/30539

Actions (login required)

View Item View Item