Evaluasi Kerusakan Struktur Gedung Akibat Penambahan Lantai Bangunan (Studi Kasus Gedung G Institut Adhi Tama Surabaya)

Kusumawardana, Viktor and Pandi Siregar, Raja (2002) Evaluasi Kerusakan Struktur Gedung Akibat Penambahan Lantai Bangunan (Studi Kasus Gedung G Institut Adhi Tama Surabaya).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Gedung G ITATS adalah salah satu gedung yang mempunyai masalah karena penurunan. Gedung yang dalam perencanaannya hanya 2 lantai untuk ruang laboratorium (dibangun dua lantai tahun 1985) kemudian karena kebutuhan akan penambahan ruang kuliah ditambah 2 lantai (dibangun pada tahun 1994) sehingga menjadi 4 lantai. Dengan bertambahnya 2 lantai (ruang kuliah) maka tegangan tanah berubah yang mengakibatkan tanah di bawah pondasi mengalami proses konsolidasi dan penurunan. Pembahasan ini meliputi pemeriksaan tanah, perhitungan gaya-gaya yang terjadi pada struktur baik sebelum ataupun sesudah terjadi penurunan. Perhitungan kemampuan struktur kolom, balok dan pondasi dalam menerima gaya-gaya baru akibat penurunan. Hasil perhitungan penurunan dengan data laboratorium maupun data sondir menghasilkan angka yang lebih kecil dari penurunan yang sebenarnya terjadi dilapangan, yaitu dengan data laboratorium, terendah 7,78 cm dan tertinggi 7,971cm. Dengan data sondir terendah 5,327 cm dan tertinggi 6,297 cm. Sedangkan dengan pengukuran langsung dilapangan sampai dengan tanggal 7 september 2001 terendah 17,35 cm dan tertinggi 26,40 cm. Dan dengan menggunakan data penurunan langsung di lapangan diketahui bahwa perbedaan penurunan maksimum pada saat pengukuran adalah 3,85 cm. Tanah di bawah pondasi memiliki daya dukung ultimit antara 0,714 s.d. 1,244 kg/cm2. Dengan demikian angka keamanan daya dukung pondasi adalah mendekati 1, sehingga dikhawatirkan dengan tercapainya beban maksimum pada tanah di bawah pondasi akan mengakibatkan pondasi kritis terhadap longsor. Struktur atas gedung (balok dan kolom) secara keseluruhan masih mampu menerima beban kombinasi dari beban tetap dan beban penurunan, sedangkan struktur bawah (pondasi) tidak mampu menerima beban kombinasi tersebut. Alternatif paling tepat dalam penyelesaian masalah di atas adalah dengan pengurangan beban atau minimum mempertahankan beban yang ada sekarang dengan mengusahakan beban yang ada terdistribusi secara merata. Serta mempertimbangkan upaya perbaikan pondasi yang sesuai dengan beban yang diterima.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > S1-Final Project > Dept. Of Civil Engineering > 2002 > Even Semester
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:37
Last Modified: 16 Nov 2016 07:37
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/3060

Actions (login required)

View Item View Item