KOMUNIKASI POLITIK PAGUYUBAN PASUNDAN DALAM PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008

Slamet, Adiyana (2013) KOMUNIKASI POLITIK PAGUYUBAN PASUNDAN DALAM PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2008. JIPSI - Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi UNIKOM, Vol.01. ISSN 2086 – 1109

[img]
Preview
Text
pa-adiyana.pdf - Published Version

Download (361kB) | Preview
Official URL: http://jipsi.fisip.unikom.ac.id/jurnal/komunikasi-...

Abstract

Eksistensi dan peran politik Paguyuban Pasundan semakin terlihat ketika terjadi proses politik ditingkat lokal seperti pemilihan gubernur secara langsung di Provinsi Jawa Barat tahun 2008. Namun eksistensi dan peran poitik tersebut tetap saja ada kendala, salah satunya adalah komunikasi politik yang terbangun didalam interen organisasi dalam pertukaran simbol-simbol tidak ada pemaknaan yang bisa dijadikan acuan untuk memutuskan sikap politik. Sehingga menjadi menarik Pengurus Besar Paguyuban tersebut untuk diteliti, terbukti bahwa dua dari tiga kandidat calon gubernur adalah anggota Dewan Pengaping Pengurus Besar Paguyuban Pasundan Penelitian ini Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengungkap model dan kategori komunikasi politik Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dalam pemilihan gubernur secara langsung di Provinsi Jawa Barat tahun 2008. Sehingga penelitian ini dapat menghasilkan model dan kategori komunikasi politik Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dalam Pemilihan Gubernur Langsung Provinsi Jawa Barat Tahun 2008. Budaya komunikasi politik Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dalam pemilihan gubernur secara langsung di Provinsi Jawa Barat tahun 2008, yang terbangun adalah budaya komunikasi politik cenderung tidak terbuka dan terbentuk budaya komunikasi politik yang sulit terus terang sehingga komunikasi politik penuh dengan penghalusan (eufemisme) sehingga proses komunikasi politik yang terjadi bias walaupun sudah menjadi keputusan politik Paguyuban Pasundan. Kemudian budaya yang berkembang dalam Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dalam pemilihan Gubernur secara langsung di Jawa Barat tahun 2008 tergolong ke dalam pengertian budaya komunikasi ewuh pakewuh. Realitas politik Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dalam Pilgub Jawa Barat 2008, nampak jelas bahwa komunikasi politik yang dilakukan Pengurus Besar Paguyuban Pasundan dalm pemilihan Gubernur Jawa Barat 2008 dalam menghubungkan pikiran-pikiran politik yang terjadi di dalam tubuh Paguyuban Pasundan itu sendiri tidak ada persamaan makna, maka yang terjadi terkesan adanya konflik atau friksi, hasil observasi langsung bahwa itu terlihat dua elit Pengurus Besar Paguyuban Pasundan masing-masing mempunyai sikap politik yang berbeda sehingga terjadi ambigu dalam memutuskan sikap politik organisasi

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: komunikasi politik, paguyuban pasundan, pemilihan umum
Subjects: Jurnal Tercetak > JIPSI - Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi UNIKOM
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 06 Dec 2016 02:45
Last Modified: 06 Dec 2016 02:45
URI: https://repository.unikom.ac.id/id/eprint/30664

Actions (login required)

View Item View Item